Giri Menang (Suara NTB) – Pelaku wisata meminta Pemkab Lombok Barat serius merealisasikan penyeberangan kapal cepat atau fast boat Sekotong menuju Nusa Penida Bali atau sebaliknya. Dengan dibukanya kapal cepat ini, maka bisa meningkat kunjungan wisatawan atau turis asing sehingga pariwisata daerah selatan Lobar (Sekotong dan Lembar) menjadi lebih hidup.
Pelaku pariwisata Lembar, Mus’ab berharap kawasan wisata bagian Selatan seperti Lembar dan Sekotong dengan kekayaan potensi wisatanya lebih diperhatikan Pemkab. Supaya tidak monoton destinasi wisata yang lebih fokus ke Senggigi saja. Padhal daerah selatan ini memiliki daya pikat dengan bahari, wisata bawah laut hingga pulau-pulau kecilnya. “Kita pintu masuk di Lembar, Sekotong dengan baharinya, bawah laut, pulau kecil atau Gili. Mau cari di Lombok ini, yang paling amazing kata bule bicara natural spot ya disini (Sekotong dan Lembar),”kata dia Kemarin.
Sehingga untuk mengembangkan potensi pariwisata ini tentu butuh upaya serius Pemkab untuk mendatangkan tamu. Salah satunya dengan mewujudkan kapal cepat dari Nusa penida Bali ke Sekotong. “Itu akan membuat ekosistem Pariwisata Kita berjalan, kalau itu terjadi (Kapal Cepat), nah kita berharap ada tindaklanjut dari pemerintah daerah,’harapnya. Sebab kalau fast boat bisa sandar di Sekotong maka imbasnya ekosistem laut sampai darat akan hidup.
Tentu selain itu sarana pendukung pariwisata harus lebih diperhatikan. Seperti kawasan Cemara, Jembatan kayu tak kunjung ditangani. Bahkan Jembatan itu dipaksakan menjadi ikon wisata kendatipun itu dipertanyakan oleh wisatawan. Pihaknya sendiri membuat paket wisata, keliling kampung melihat nelayan perbaiki jaring, pengolahan garam, tanam mangrove, barulah ke pengolahan sampah lalu wisatawan diajak main Kayak.
Ia menyebutkan akhir-akhir ini kunjungan wisatawan ke daerah Lembar khusus kawasan wisata Cemara lumayan tinggi. Terlebih dampak penyeberangan kapal cepat pelabuhan Senggigi ke Bali sempat ditutup. Ketika itu para turis yang tidak bisa mendapatkan tiket kapal Ferry terpaksa mencari penginapan di sekitar kawasan pelabuhan. “Alhamdulillah ramai kemarin itu,,”imbuhnya. Beberapa hotel dan penginapan di daerah itu pun full oleh tamu kapal cepat tersebut.
Di luar tamu dampak penutupan rute kapal cepat pun daerah itu lumayan ramai tamu Asing. Seperti bulan ini, beberapa Penginapan yang ada sudah full boking. “Sudah full boking bulan ini,”ujarnya. Bahkan penginapan over kapasitas sehingga mengalihkan tamu ke tempat lain. Di kawasan sendiri itu ada sekitar puluhan kamar. Rata-rata menerima tamu lokal, namun ada juga khusus tamu mancanegara. (her)
Â


