Mataram (Suara NTB) – Rencana penggabungan empat sekolah dasar (SD) di Kota Mataram yang disusun sejak 2023 masih pada tahap teknis. Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram melalui Dinas Pendidikan menargetkan penyelesaian tahap teknis ini pada 2025.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Yusuf, menjelaskan kebijakan merger sudah memiliki dasar hukum melalui Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 22 Tahun 2022. Namun, pelaksanaannya tidak bisa dilakukan terburu-buru.
“Tahun 2022 itu sebagai payung hukum untuk melakukan merger. Sekarang kita pada tahapan melakukan ke bawah, ke kepala sekolah. Tidak bisa juga kita lakukan secara amburadul. Harus kita kaji. Kalau kajiannya sudah matang antara kedua belah pihak, baru kita laksanakan,” jelas Yusuf, Jumat, 15 Agustus 2025.
Empat sekolah yang akan digabung adalah SDN 19 Mataram dengan SDN 15 Mataram, serta SDN 11 Ampenan dengan SDN 14 Ampenan. Pertimbangan utama penggabungan ini adalah jarak lokasi yang berdekatan dan sumber siswa yang sama.
“Kalau lokasi dekat dan sumber siswanya sama, kenapa tidak kita jadikan satu saja,” ujarnya.
Untuk penggabungan SDN 19 dan SDN 15, Pemkot Mataram akan membangun gedung bertingkat di lokasi SDN 15 menggunakan dana APBD. “Sekarang SD 15 mau dibangun bertingkat. Itu yg akan di tender sekarang,” sebut Yusuf.
Sementara itu, SDN 11 Ampenan dan SDN 14 Ampenan berada di satu halaman yang sama. Di mana, kata yusuf, SDN 11 merupakan bangunan berstatus cagar budaya sehingga harus dijaga kelestariannya.
Selain empat sekolah tersebut, SDN 36 Ampenan juga masuk dalam rencana merger. Namun, sekolah ini masih dalam tahap kajian. Untuk sementara, SDN 36 akan digabung dengan sekolah terdekat hingga keputusan final diambil.
Yusuf menegaskan, kebijakan merger bertujuan meningkatkan efisiensi pengelolaan anggaran dan optimalisasi pemanfaatan fasilitas. Sekolah yang berdekatan dapat menggabungkan sarana prasarana, sehingga penggunaannya lebih terarah. Guru dan tenaga kependidikan juga dapat dimanfaatkan secara maksimal.
“Kalau kita gabungkan, pengelolaan fasilitas bisa lebih terarah. Guru dan tenaga kependidikan juga bisa dimanfaatkan secara maksimal,” pungkasnya.
Dinas Pendidikan menargetkan seluruh kajian terkait penggabungan sekolah selesai tahun ini. Pelaksanaan merger akan dilakukan secara bertahap sesuai kesiapan masing-masing sekolah. Pemkot berharap, langkah ini dapat meningkatkan mutu layanan pendidikan bagi siswa di Kota Mataram. (hir)

