spot_img
Selasa, Januari 27, 2026
spot_img
BerandaHEADLINEAngka Kemiskinan Masih Tinggi

Angka Kemiskinan Masih Tinggi

UPACARA peringatan HUT ke-80 RI yang digelar di Lapangan Bumi Gora, Kantor Gubernur NTB, pada Minggu, 17 Agustus 2025 berlangsung khidmat. Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, memimpin upacara. Sementara Ketua DPRD NTB, Baiq Isvie Rupaeda, membacakan teks proklamasi.

Namun di balik perayaan dan semangat kemerdekaan itu, NTB masih dihantui tingginya angka kemiskinan. Demikian disampaikan oleh Iqbal. Kendati demikian, Iqbal optimis di akhir kepemimpinannya, kemiskinan di daerah akan menurun drastis. Bahkan mencapai nol kemiskinan ekstrem.

“PR besar kita keluar dari kelompok provinsi termiskin se Indonesia. Makanya prioritas kita mengeluarkan kita dari kemiskinan,” katanya ketika dikonfirmasi di sela-sela peringatan HUT ke-80 RI.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) NTB per Maret 2025, angka kemiskinan di NTB tercatat sebesar 11,78 persen, atau setara dengan 654.570 jiwa. Angka ini menempatkan NTB sebagai salah satu provinsi dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Indonesia.

Di samping mengingatkan masih tingginya angka kemiskinan di NTB, terdapat beberapa keunikan pada upacara 17 Agustus tahun ini. Perayaan HUT Kemerdekaan RI NTB tahun ini bertema pesta rakyat. Sehingga seluruh elemen masyarakat hadir pada upacara pengibaran bendera.

“Kita rayakan ini bersama, syukuran atas kemerdekaan ini. Jadi semua orang kita libatkan juga, wakil-wakil dari semua organisasi, kelompok kita undang ,’’ ujarnya, Minggu, 17 Agustus 2025.

Tidak hanya itu, pasukan pengibar bendera, lanjut Iqbal berjumlah 45 orang, terdiri dari 15 siswa, 13 siswi, kepolisian, dan tentara NTB. Menunjukkan tahun merdekanya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Selain itu, Iqbal juga menyiapkan panggung hiburan untuk mengajak masyarakat NTB menikmati momen berharga terbebasnya Indonesia dari penjajah. “Yang spesial pada tahun ini adalah karena pasukan bendera melibatkan 45 pasukan dan juga dihadiri oleh Taruna-Taruni Angkatan Laut,” sambungnya.

Mantan Dubes RI untuk Turki itu memaknai, upacara HUT RI ke-80 sebagai momentum untuk mengenang jasa pahlawan. Meneguhkan persatuan, serta menumbuhkan semangat bersama membangun Indonesia dan NTB yang maju, adil, sejahtera, dan makmur mendunia.

Menurutnya, kemerdekaan bukan sekadar lepas dari penjajahan, tapi kesempatan rakyat untuk hidup adil, makmur, dan sejahtera. (era)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO