Bima (Suara NTB) – Kasus kebakaran rumah di Kabupaten Bima kian mengkhawatirkan saat musim kemarau ini. Hampir setiap hari kebakaran melanda wilayah berbeda dalam beberapa pekan terakhir. Dalam catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima, pekan ini kebakaran terjadi di Wawo, Lambu, dan Madapangga. Di Kecamatan Wawo, kebakaran bahkan menelan korban jiwa.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bima, Drs. Isyrah, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. “Harus diakui, akibat panas dan angin kencang saat musim kemarau ini kebakaran hampir setiap hari,” ujarnya kepada Suara NTB, Kamis 21 Agustus 2025.
Isyrah menekankan pentingnya kehati-hatian ketika meninggalkan rumah. Ia meminta masyarakat memastikan tidak ada api yang menyala di dapur maupun di halaman.
“Kami imbau masyarakat hati-hati meninggalkan rumah dalam keadaan masih ada api. Kemudian listrik, agar pengaturan instalasinya benar-benar sesuai dengan standar PLN,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa api sekecil apa pun bisa cepat membesar ketika angin berembus kencang. “Masyarakat juga harus waspada dengan kondisi musim kemarau sekarang yang suhunya cukup panas dan hembusan anginnya kencang,” tambahnya.
Selain itu, ia meminta warga yang masih membakar sampah atau lahan di sekitar permukiman lebih berhati-hati. “Warga-warga yang bakar sampah dan lahan di sekitar pemukiman agar lebih waspada dan hati-hati,” ujar Isyrah.
BPBD bersama pemerintah kecamatan dan desa terus gencar menyosialisasikan bahaya kebakaran. Petugas meminta setiap rumah memastikan instalasi listrik aman, tidak menggunakan kabel sembarangan, serta tidak meninggalkan dapur dalam keadaan api menyala.
Dengan kondisi yang rawan ini, Isyrah mengajak masyarakat bekerja sama untuk peduli terhadap potensi kebakaran di sekitar rumah maupun lingkungan. Ia meminta warga segera melapor kepada aparat desa atau pemadam kebakaran jika melihat api berpotensi membesar. “Kalau masyarakat waspada, potensi kebakaran bisa kita kurangi bersama-sama,” pungkasnya. (hir)



