Mataram (Suara NTB) – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Mataram meraih empat penghargaan sekaligus pada acara Festival Masyarakat Sekolah (FMS) 2025 lalu. Penghargaan tersebut dicapai berkat konsistensi tenaga guru dan para siswa di sekolah.
Di antara keempat penghargaan yang disabet SMPN 3 Mataram yakni juara 1 Mataram Batic Natural. Lalu, juara 2 Video pembuatan tentang daerah wisata menarik pantai Ampenan, juara 3 Video Pernikahan Dini, dan juara 3 pengelolaan sampah dengan 3R (Reuse, recycling, rejuce).
Kepala SMPN 3 Mataram, Suherman pada Rabu, 27 Agustus 2025 mengatakan, perolehan sejumlah penghargaan yang diraih SMPN 3 Mataram, karena perlombaan yang diikuti merupakan kegiatan yang kerap dilakukan di sekolah.
“Pada dasarnya ini adalah berdasarkan pengalaman yang ada di sekolah ini dan mempraktikkan langsung dan ikut lomba ya hasilnya juara,” ujarnya.
Ia menyebutkan, program-program sekolah punya keterkaitan erat dengan lomba-lomba yang diikuti SMPN 3 Mataram pada FMS 2025. Alhasil, baik guru maupun siswa yang mengikuti perlombaan dengan mudah menjuarainya.
Seperti halnya kompetisi membatik. Sekolah yang berlokasi di Jalan Niaga, Ampenan Tengah ini memiliki program pembelajaran prakarya yang menjadi “makanan” sehari-hari siswa di sekolah.
Begitu juga dengan perlombaan pembuatan video daerah wisata menarik. Dengan lokasi yang dekat pantai, SMPN 3 Mataram berhasil memanfaatkan lingkungan sekitar untuk menghasilkan karya video yang menarik hati juri.
Sama halnya dengan kejuaraan yang diraih di lomba lainnya, SMPN 3 Mataram sukses menampilkan karya terbaik mereka di hadapan para juri berbekal pengalaman di sekolah.
Suherman menyampaikan, ke depan SMPN 3 Mataram akan terus konsisten untuk meraih prestasi dan mengembangkan potensi-potensi lain yang dimiliki sekolah.
“Tetap kami akan rencananya pembinaan-pembinaan terus sehingga bila ada event seperti ini atau di tingkat lain kami akan lebih siap untuk meraih prestasi,” ujarnya.
Suherman berharap, para siswa yang telah meraih berbagai kejuaraan tetap berlatih dengan giat. Dengan hal tersebut, siswa diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan dirinya dalam ajang atau perlombaan apapun.
“Harapan kami terus berlatih dengan giat untuk prestasi dan memiliki kebanggaan dan percaya diri bahwa sekolah ini mampu untuk berprestasi dengan latihan yang sungguh-sungguh,” pungkasnya.
Meski berada di lokasi yang kurang strategis, SMPN 3 Mataram mampu membuktikan bahwa prestasi tidak diukur dari tempat, melainkan dari kesungguhan dan keseriusan guru dan siswanya dalam berkarya. (sib/*)



