spot_img
Jumat, Februari 20, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMSulap Sampah Organik

Sulap Sampah Organik

PEMERINTAH Kelurahan Kebon Sari, Kecamatan Ampenan, terus mendorong inovasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat dengan mengolah limbah organik menjadi pupuk cair.

Program yang dikelola oleh Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) ini telah berjalan sejak tahun lalu dan tahun ini kembali dimasifkan karena sejalan dengan program “Tempah Dedoro Organik” yang resmi diluncurkan oleh Wali Kota Mataram bertepatan dengan HUT Ke-32 Kota Mataram, Minggu, 31 Agustus 2025.

Lurah Kebon Sari, Mustaal mengatakan, program pengolahan sampah organik ini tidak hanya bertujuan mengurangi volume sampah, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di tingkat lingkungan.

“Kami mulai inisiatif ini tahun lalu, dan alhamdulillah bisa berjalan baik. Tahun ini akan kami tingkatkan lagi karena program ini sejalan dengan yang sedang digalakkan Wali Kota Mataram, yakni Tempah Dedoro Organik,” ujarnya.

Program “Tempah Dedoro Organik” merupakan inisiatif Pemerintah Kota Mataram yang mendorong pengolahan sampah organik menjadi produk bernilai, seperti pupuk cair atau kompos, yang bisa digunakan kembali oleh warga untuk pertanian pekarangan atau penghijauan lingkungan.

Pupuk organik cair hasil olahan ini diproduksi dari limbah dapur rumah tangga seperti sisa sayuran, buah, dan bahan organik lainnya. Melalui proses fermentasi sederhana yang dibina oleh BKM, pupuk tersebut kemudian dibagikan ke warga di lingkungan Kelurahan Kebon Sari untuk digunakan dalam kegiatan bercocok tanam.

Untuk memperluas jangkauan program, pihak kelurahan juga akan menggandeng kader lingkungan dan RT/RW setempat dalam mengedukasi warga soal pemilahan sampah organik di rumah tangga. “Sementara ini kita kumpulkan dulu di kelurahan, InsyAllah untuk kelanjutan kami akan di lingkungan,” ucap Mustaal.

Ke depan, Pemerintah Kelurahan Kebon Sari juga berencana membangun bank sampah mini serta pusat edukasi lingkungan agar program ini lebih berkelanjutan.

Pemerintah Kota Mataram sendiri terus mendorong setiap kelurahan untuk memiliki inovasi dalam pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat. Program “Tempah Dedoro Organik” ditargetkan menjadi gerakan kolektif yang mampu mengurangi sampah dari sumbernya sekaligus menciptakan ekonomi sirkular di tengah masyarakat. (pan)

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO