Selong (Suara NTB) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Timur mendorong Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) agar lebih fokus menyentuh persoalan masyarakat miskin ekstrem.
Ketua DPRD Lotim, Muhammad Yusri, menegaskan seluruh wakil rakyat siap mendukung pengembangan program Baznas, termasuk dalam hal koordinasi yang selama ini dinilai masih kurang.
“Pengurus Baznas sekarang sudah mulai intensif berkomunikasi dengan DPRD. Sistem kerja yang lebih baik harus diterapkan agar bantuan lebih tepat sasaran,” ujar Yusri menjawab Suara NTB di ruang kerjanya, Selasa, 3 September 2025.
Ia menekankan, Baznas harus bekerja lebih transparan dan akuntabel. Dengan sistem jemput bola, menurutnya, distribusi bantuan akan lebih sesuai kebutuhan dibandingkan hanya berdasarkan proposal. Dewan juga mendorong Baznas tidak hanya mengandalkan zakat dari Aparatur Sipil Negara (ASN), tetapi juga menggali sumber lain termasuk dari kalangan legislatif dan instansi pemerintah lainnya.
Ketua Baznas Lotim, H. Muhammad Kamli, menyampaikan pihaknya telah mulai menyentuh berbagai persoalan ekonomi masyarakat, terutama yang masuk kategori miskin ekstrem. “Kita juga berharap para wakil rakyat bisa turut serta menunaikan zakat dan berdiskusi dengan pimpinan dewan,” ujarnya.
Baznas Lotim kini menyalurkan dana zakat secara lebih cepat dan tepat. Untuk bantuan emergensi seperti bagi marbot dan guru ngaji, penyaluran dilakukan setiap pekan. Sementara itu, setiap tiga bulan sekali akan ada bantuan modal bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Program unggulan lainnya adalah pemberian insentif kepada 3.283 guru honorer di sekolah swasta dengan total anggaran sekitar Rp 900 juta. Masing-masing guru akan menerima Rp 300 ribu, yang rencananya disalurkan dua kali dalam setahun. “Banyak guru honorer hanya digaji Rp 75 ribu per bulan. Kondisi ini sangat memprihatinkan, dan kita harus berkontribusi,” tegas Kamli.
Di bidang pembangunan, Baznas Lotim akan membangun 25 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk keluarga miskin ekstrem di Kecamatan Terara, Sikur, Masbagik, Jerowaru, dan Sakra Timur. Selain itu, disiapkan pula dana darurat sebesar Rp 25 juta per unit untuk pembangunan lima RTLH darurat, termasuk kebutuhan kamar, dapur, dan kamar mandi.
Adanya dukungan DPRD, Baznas Lotim diharapkan semakin maksimal dalam menjalankan peran sosialnya, sehingga manfaat zakat benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan. (rus)



