Mataram (suarantb.com) – Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar (FK Unizar) menggelar Rapat Kerja (Raker) di Aula Abdurrahim Unizar dengan tema “Bersinergi dalam Inovasi Menuju Pendidikan Kedokteran yang Unggul.” Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (4/9/2025) sejak pukul 08.00 Wita hingga selesai, dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, pejabat struktural, hingga berbagai stakeholder eksternal yang bergerak di bidang kesehatan dan pendidikan.
Raker ini menjadi momentum penting bagi FK Unizar dalam merumuskan strategi, memperkuat sinergi, serta memantapkan langkah menuju pendidikan kedokteran yang unggul, baik di tingkat nasional maupun regional.
Acara dibuka dengan penuh khidmat dan dihadiri langsung oleh Rektor Unizar, Dr. Ir. Muh. Ansyar, MP.; Wakil Rektor IV Unizar, Dr. dr. Iing, M.Erg.; serta Dekan Fakultas Kedokteran, Prof. dr. Rosdiana Natzir, Ph.D., Sp.Biok. Turut hadir Wakil Dekan I, dr. Rohmania Setiarini, M.Sc., Sp.N., Wakil Dekan III, dr. Risky Irawan Putra P., Sp.P, MARS., serta jajaran pejabat struktural lainnya.
Selain civitas akademika FK Unizar, Raker juga melibatkan stakeholder eksternal, seperti Dinas Kesehatan Kota dan Provinsi NTB, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI), Rumah Sakit Pendidikan, Puskesmas, PKBI, Balai Karantina Kesehatan Kelas 1 Mataram, pengguna lulusan, hingga alumni. Acara diselenggarakan secara hybrid, sehingga memungkinkan partisipasi luas baik secara luring maupun daring melalui Zoom.
Dalam laporannya, Ketua Panitia Raker, I Gede Angga Adnyana, SST., M.Imun, menegaskan bahwa tema yang diusung tahun ini mencerminkan visi bersama FK Unizar dalam menghadapi tantangan pendidikan kedokteran modern.
“Inovasi bukan lagi soal apa yang bisa kita lakukan, melainkan apa yang harus kita lakukan agar tetap berada di depan. Di era digital, tantangan kesehatan regional, serta meningkatnya jumlah fakultas kedokteran swasta di NTB, FK Unizar harus terus berbenah dan meningkatkan kualitas agar tetap menjadi pilar pendidikan kedokteran di daerah ini,” ungkapnya.

Foto bersama usai acara pembukaan rapat kerja FK Unizar yang berlangsung di Aula Abdurrahim, pada Kamis (4/9/2025). (suarantb.com/ist)
Ia menambahkan bahwa Raker kali ini menjadi ruang refleksi, evaluasi, sekaligus penyusunan rencana aksi tahunan yang terukur dan berkelanjutan. Momentum ini juga menjadi ajang penting dalam sosialisasi Kurikulum Baru FK Unizar Tahun 2025 berbasis Outcome-Based Education (OBE), sebagai langkah strategis menuju pendidikan kedokteran yang relevan dan unggul.
Sementara itu, Rektor Unizar, Dr. Ir. Muh. Ansyar, MP., dalam sambutannya sekaligus membuka acara, menekankan pentingnya fokus pada capaian akreditasi unggul.
“Rapat kerja tahun ini harus kita arahkan pada pencapaian standar yang ditetapkan LAM-PTKes. Kita juga harus menyiapkan diri menghadapi kebijakan baru, yakni revisi Permen 53 Tahun 2023 yang kini menjadi Permen 39 Tahun 2025, dengan penekanan pada kegiatan yang bersifat internasional. Karena itu, seminar, kegiatan mahasiswa, hingga kolaborasi penelitian perlu diarahkan ke ranah internasional,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi capaian mahasiswa FK Unizar yang sudah mulai berkiprah di level internasional, dan berharap hal tersebut menjadi pintu gerbang untuk memperluas prestasi ke depan.
Raker ini disusun dalam dua sesi utama. Sesi pagi diikuti seluruh civitas akademika internal FK Unizar untuk membahas agenda kerja tahunan dan evaluasi program. Sementara sesi siang difokuskan pada sosialisasi kurikulum baru berbasis OBE yang melibatkan seluruh stakeholder, termasuk mitra eksternal dan pengguna lulusan.
Menutup laporannya, Ketua Panitia menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan Raker 2025 ini. Ia berharap hasil pertemuan menjadi langkah awal transformasi pendidikan kedokteran FK Unizar yang lebih unggul, inklusif, dan siap melayani kebutuhan masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan dan inovasi, FK Unizar menegaskan komitmennya untuk terus tumbuh sebagai institusi pendidikan kedokteran yang berdaya saing, tidak hanya di NTB, tetapi juga di kancah nasional dan internasional. (ron)



