Selong (suarantb.com) – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Pendidikan Mandalika (Undikma) menggelar pelatihan bagi kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Desa Pandan Wangi, Kabupaten Lombok Timur beberapa waktu lalu. Pelatihan ini dilakukan untuk memperkuat karakter anak dan kesehatan keluarga.
Dari pantauan, puluhan kader PKK Desa Pandan Wangi, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur tampak antusias mengikuti kegiatan PKM yang digelar Undikma ini.
Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan kapasitas kader PKK dalam mengembangkan pendidikan karakter anak usia dini sekaligus memperkuat kesehatan keluarga, khususnya terkait gizi dan sanitasi. Dua isu ini dinilai sebagai tantangan serius yang kini dihadapi masyarakat.
Kepala Desa Pandan Wangi, Saipul Rizal, S.Pd., yang hadir membuka acara secara resmi, menegaskan pentingnya kegiatan semacam ini bagi pembangunan desa.
“Kader PKK adalah mitra strategis pemerintah desa dalam membangun keluarga yang sehat, sejahtera, dan berdaya. Dengan adanya pendampingan dari Undikma, saya yakin kualitas kader kita akan semakin meningkat. Mereka akan mampu membimbing keluarga-keluarga di Pandan Wangi untuk mencetak generasi yang sehat dan berkarakter,” tegasnya.
Tim Pengabdian Undikma
Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim PKM Undikma yang dipimpin Eneng Garnika, S.Si., M.Pd., dengan anggota dosen lain: Una Zaidah, SE., M.Kes., dan Farida Ariany, S.HI., M.H., serta sejumlah mahasiswa dari Program Studi Bimbingan Konseling dan Kesehatan Masyarakat.
Eneng Garnika menjelaskan bahwa kegiatan pengabdian ini merupakan tindak lanjut dari hasil riset timnya. Salah satunya adalah penerapan buku Metode CCBA (Cerita, Contoh, Biasakan, Apresiasi) untuk mengembangkan karakter anak.
“Hasil riset tidak boleh berhenti hanya di jurnal atau seminar, tetapi harus sampai ke masyarakat. PKM ini adalah wujud nyata hilirisasi riset yang kami lakukan, agar kader PKK dapat langsung memanfaatkannya dalam mendidik anak-anak dan menjaga kesehatan keluarga,” jelasnya.
Kegiatan PKM ini didukung pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Ditjen Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Tahun Anggaran 2025.
Selain pelatihan, mahasiswa juga dilibatkan secara aktif melalui pendampingan kader, pendataan, hingga simulasi program pendidikan karakter dan kesehatan.
Hal ini sejalan dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, khususnya IKU 2 tentang pengalaman mahasiswa di luar kampus dan IKU 5 tentang hasil kerja dosen yang dimanfaatkan masyarakat.
Relevan dengan Asta Cita
Program ini juga sejalan dengan agenda pembangunan nasional Asta Cita. Pertama, pada indikator “memperkuat pembangunan SDM, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas”.
Kehadiran kader PKK sebagai garda terdepan membuktikan peran strategis perempuan dalam membangun keluarga.
Kedua, program ini mendukung agenda “memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan HAM”.
Melalui pendidikan karakter, kader PKK diajak menanamkan nilai kejujuran, disiplin, gotong royong, serta saling menghargai sejak dini sesuai nilai Pancasila.
Kontribusi terhadap SDGs
Tak hanya itu, kegiatan PKM Undikma juga mendukung capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yakni:
SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera): edukasi gizi, sanitasi, dan perilaku hidup bersih.
SDG 4 (Pendidikan Berkualitas): penguatan pendidikan karakter berbasis Pancasila sebagai fondasi Generasi Emas Indonesia 2045.
Antusiasme Kader PKK
Salah satu kader, Nurul Aini, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru.
“Selama ini kami sering mendampingi anak-anak di posyandu maupun PAUD desa, tetapi belum paham bagaimana cara menanamkan karakter atau memberi apresiasi dengan benar. Dengan pelatihan ini, kami jadi lebih percaya diri membimbing anak-anak sejak dini,” ungkapnya.
Para kader tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga praktik langsung melalui simulasi. Mereka belajar cara bercerita untuk menanamkan nilai positif, memberi contoh dalam kehidupan sehari-hari, serta membiasakan sikap sederhana seperti memberi salam, berterima kasih, meminta maaf, dan bertanggung jawab atas kesalahan.
Dengan semangat kader PKK yang tinggi dan dukungan akademisi Undikma, Desa Pandan Wangi diharapkan mampu menjadi model desa yang unggul dalam membangun keluarga sehat dan melahirkan generasi berkarakter. (sib/*)


