Mataram (Suara NTB) – Wakil Wali Kota Mataram, TGH. Mujiburrahman, menyoroti fenomena kenaikan harga sejumlah bahan kebutuhan pokok menjelang perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Ia meminta agar persoalan ini segera direspons, mengingat tradisi Maulid di Kota Mataram kerap diiringi dengan meningkatnya permintaan konsumsi masyarakat.
Sejumlah komoditas seperti daging ayam, gula, telur, dan beras dilaporkan mengalami lonjakan harga dalam dua pekan terakhir. Sebagai contoh, harga daging ayam yang sebelumnya berada di kisaran Rp30.000–Rp35.000 per kilogram, kini naik hingga Rp45.000 per kilogram.
Kondisi ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Mataram. Wawali menegaskan akan segera mengumpulkan pihak-pihak terkait, termasuk Dinas Perdagangan, untuk melakukan entry meeting dalam rangka membahas langkah-langkah antisipatif dan solusi jangka pendek.
“Memang ini tren tahunan setiap kali hari besar keagamaan, seperti Maulid ini. Tapi kami akan adakan pertemuan dengan semua stakeholder pada Kamis, 11 September 2025 untuk mengatasi kenaikan itu. Bila perlu kita cek stok langsung ke pasar,” ujarnya, Selasa, 9 September 2025.
Ia menekankan, Maulid merupakan momen penting bagi masyarakat Mataram yang umumnya dirayakan secara besar-besaran. Tradisi ini kerap diiringi dengan peningkatan konsumsi rumah tangga, sehingga menjaga stabilitas harga pangan menjadi prioritas utama.
Rapat koordinasi tersebut akan melibatkan Dinas Perdagangan, Satgas Pangan, Bulog, serta perwakilan pelaku usaha dan distributor. Tujuannya adalah untuk memastikan ketersediaan stok, menjaga rantai distribusi, dan menekan potensi inflasi pangan lokal.
“Kita ingin harga tetap terkendali. Kalau memang perlu, kami akan siapkan opsi seperti operasi pasar murah atau pengawasan distribusi,” tegasnya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Barang Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida, menyebut pihaknya terus melakukan pemantauan harga di pasar tradisional. Ia membenarkan bahwa pola kenaikan harga ini kerap terjadi menjelang Maulid, seiring dengan melonjaknya permintaan.
“Kami akan mengecek pasokan di tingkat distributor. Jika diperlukan, pemerintah akan melakukan intervensi pasar untuk menjaga stabilitas harga,” ujarnya.
Meski demikian, menurut Nida, sejumlah komoditas lainnya masih terpantau stabil dan berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), seperti minyak goreng, cabai, tomat, bawang, dan daging sapi.
Namun, harga telur ayam juga mengalami kenaikan, yakni berkisar antara Rp50.000 hingga Rp60.000 per tray. “Kenaikan harga telur ayam ini juga karena momen Maulid. Polanya sama seperti daging ayam, karena permintaan tinggi,” tutupnya. (pan)



