spot_img
Jumat, Januari 30, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMCuaca Ekstrem, Nelayan Ampenan Diimbau Hati-hati Saat Melaut

Cuaca Ekstrem, Nelayan Ampenan Diimbau Hati-hati Saat Melaut

Mataram (Suara NTB) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika telah mengeluarkan rilis potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Banjir rob ini disebabkan fenomena corn moon atau bulan jagung. Nelayan Ampenan diingatkan agar berhati-hati saat melaut.

Kepala Dinas Perikanan Kota Mataram, H. Irwan Harimansyah mengatakan, pihaknya telah mengimbau kepada kelompok nelayan di sepanjang sembilan kilometer Pantai Ampenan, baik di Kecamatan Ampenan dan Kecamatan Sekarbela. Nelayan diminta berhati-hati apabila, karena terjadi perubahan kondisi cuaca seperti angin kencang disertai gelombang tinggi. “Biasanya memasuki triwulan keempat itu terjadi angin barat, sehingga kita mensosialisasikan dan mensosialisasikan supaya berhati-hati melaut,” terangnya dikonfirmasi pada, Rabu, 10 September 2025.

Sebagian nelayan diakui, tetap memilih melaut menangkap ikan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mereka tetap diminta melihat perubahan kondisi cuaca.

Meskipun cuaca ekstrem kata mantan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Mataram, hasil tangkapan nelayan melimpah. “Hal ini yang membuat nelayan kita di Ampenan tetap turun melaut. Hasil tangkapannya relatif stabil,” pungkasnya.

Cuaca ekstrem diperkirakan terjadi mulai bulan Oktober 2025 hingga Januari 2026. Apakah ada pengaruh bulan jagung terhadap nelayan? Irwan menegaskan, fenomena bulan jagung sama sekali tidak berpengaruh pada nelayan. Fenomena ini hanya terjadi beberapa hari saja. Berbeda halnya dengan angin barat berlangsung berbulan-bulan, sehingga diminta nelayan tetap berhati-hati. “Kalau corn moon hanya kondisi air saja berubah. Angin barat ini yang perlu kita waspadai,” demikian kata dia. (cem)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO