Rabu, Maret 11, 2026

BerandaNTBHujan Picu Sungai Meluap, Akses KBM di SMKN 7 Mataram Terhambat

Hujan Picu Sungai Meluap, Akses KBM di SMKN 7 Mataram Terhambat

Mataram (Suara NTB) – Sejumlah titik strategis di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 7 Mataram tergenang air sungai sejak Selasa, 9 September 2025 lalu. Kondisi hujan yang berlangsung sejak Selasa, 9 September 2025 hingga Rabu, 10 September 2025 memicu luapan sungai menggenang hingga ke sekitar sekolah.

Genangan air luapan sungai yang berada di dekat sekolah ini menghambat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) siswa dan guru.

Kepala SMKN 7 Mataram, Drs. Artawan pada Rabu, 10 September 2025 mengatakan aliran sungai dekat sekolah itu selalu meluap ketika terjadi hujan. “Peristiwanya setiap musim hujan. Kalau yang sekarang sejak kemarin musim hujan pertama (Selasa, 9 September 2025),” ungkapnya.

Luapan air sungai yang menyebabkan sekolah tergenang, kata Artawan bukan hanya karena hujan. Melainkan, sejumlah titik aliran sungai semakin menyempit.  “Kalau dulu sebelum menyempit lolos dia (aliran sungai),” ujarnya.

Penyempitan aliran sungai itu diduga karena ada pemanfaatan lahan dekat sungai yang menyebabkan lahan tersebut semakin masuk ke dalam badan sungai.

“Tanah sebelah itu dia nanam pisang, nanam bambu, bergerak ke sini (tanahnya) dia ke aliran sungai,” jelas Artawan.

Luapan sungai itu kemudian menyebabkan sebagian air masuk ke sekolah, hingga menggenangi titik vital sekolah. Artawan mengeluhkan adanya genangan tersebut, sebab akan mengganggu proses belajar siswa.  “Itu sangat mengganggu KBM, karena guru-guru tidak bisa lewat, anak-anak tidak bisa lewat,” tuturnya.

Dari pantauan, air sungai menggenang di sejumlah jalan yang sering siswa dan guru lalui. Genangan tersebut kemudian memaksa pelajar dan pengajar mencopot sepatunya untuk sekadar lewat.

Tak hanya siswa, beberapa tempat seperti musala sekolah juga terancam rusak akibat aliran sungai yang terus menggerus sebagian tanahnya.

Menindaklanjuti persoalan tersebut, pihak sekolah sudah mengusulkan untuk menormalisasikan bagian sungai yang sudah semakin tergerus ke dalam itu ke pemerintah dan pihak terkait.

Namun, dari upaya-upaya yang telah ia sampaikan belum ada tindak lanjut dari pihak terkait seperti Balai Wilayah Sungai (BWS), OPD terkait sampai saat ini. “Terus ini terjadi lagi sekarang. Padahal kan hujannya belum terlalu besar ini,” keluhnya.

Ia berharap, Pemerintah Daerah dan OPD terkait dapat membantu menyelesaikan persoalan luapan air sungai di sekolahnya. “Harapannya ya uluran tangan pemerintah. Kan itu skala besar (untuk) menormalisasi sungai,” pungkasnya. (sib)

IKLAN Ucapan Selamat Pelantikan Rektor Baru UNRAM
RELATED ARTICLES
IKLAN Ucapan Selamat Pelantikan Rektor Baru UNRAM




VIDEO