Sumbawa Besar (Suara NTB) – Kepala satuan operasi Unit Pengelola Bendungan (UPN) Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara 1 (BWS NT 1) Sumbawa 2 Abdurrakhman memastikan elevasi atau ketinggian air dari puncak Bendungan Batu Bulan dipastikan masih cukup hingga beberapa minggu ke depan.
“Saat ini elevasi di Bendungan Batu Bulan mencapai 50,80 meter dan masih dalam kondisi aman hingga beberapa minggu ke depan,” jelasnya kepada Suara NTB, Jumat, 12 September 2025 Kondisi tersebut lanjut Abdurrakhman, mengakibatkan pihaknya tidak lagi membuka pintu air secara menyeluruh. Hal itu dilakukan untuk memastikan kondisi tubuh bendungan aman ketika musim hujan nantinya sekaligus untuk memperpanjang umur bendungan.
“Tidak semua pintu airnya kami buka melainkan secara bertahap untuk menjaga konstruksi struktur bendungan meski angka elevasi tersebut masih dalam kondisi aman,” ucapnya.
Berdasarkan data, lanjut Man, dalam rentang tiga tahun terakhir debit air yang berada di Bendungan Batu Bulan terus menyusut. Pada tahun 2023 elevasinya berada di angka 60,05 meter dan elevasi yang diizinkan 53,00 meter. Pada tahun 2024, elevasi bendungan berada di posisi 58,79 meter dengan elevasi yang diizinkan 51,23 meter.
“Elevasi bendungan tahun ini (2025) sangat menurun yang dipengaruhi oleh musim kemarau yang cukup panjang terjadi di Sumbawa,” timpalnya.
Ia menyebutkan, luas lahan secara keseluruhan yang dialiri dari Bendungan Batu Bulan mencapai 5.073 hektare. Sementara yang masih membutuhkan air saat ini hanya sekitar 4.000 hektare saja dan dianggap cukup hingga musim panen nanti.
“Yang masih membutuhkan air saat ini hanya 4.000 hektare dan kami pastikan elevasi yang ada saat ini mampu bertahan hingga musim panen nanti,” ujarnya.
Tentu untuk menekan terjadinya hal yang tidak diinginkan, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memaksa melakukan penanaman ketika terjadi hujan nantinya. Hal tersebut dilakukan karena air di bendungan belum sepenuhnya tertampung dan yang dikhawatirkan tidak ada lagi hujan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak terburu-buru untuk menanam ketika terjadi hujan nanti, karena kita khawatir hujan tersebut bersifat sementara sedangkan air di bendungan belum tertampung maksimal,” imbaunya. (ils)


