spot_img
Selasa, Februari 17, 2026
spot_img
BerandaHEADLINEGubernur Iqbal Sebut Ada Tiga Tantangan Utama Sektor Pariwisata NTB

Gubernur Iqbal Sebut Ada Tiga Tantangan Utama Sektor Pariwisata NTB

Mataram (Suara NTB) – Gubernur NTB, Dr.H.Lalu Muhamad Iqbal menyebutkan ada tiga tantangan utama sektor pariwisata setempat dalam upaya memperkuat pariwisata berkelanjutan.

Hal ini disampaikan Gubernur Iqbal saat menerima silaturahmi 11 perwakilan panitia Rinjani Travel Mart (RTM) melalui keterangan tertulis di Mataram, Sabtu, 13 September 2025.

Tiga isu utama yang perlu menjadi perhatian bersama itu, kata Gubernur NTB, pertama masalah pengelolaan lingkungan, khususnya sampah di kawasan strategis seperti Mandalika. Menurutnya, citra destinasi internasional harus didukung oleh sistem kebersihan yang profesional.

“Pariwisata tidak boleh tumpang tindih dengan urusan kebersihan. Kita menghadapi tantangan sistem pengelolaan sampah yang belum standar. Ada limbah atau waste tapi belum ada manajemen-nya,” tegas Iqbal sapaan akrabnya.

Selanjutnya, tantangan kedua, menurut Iqbal yakni, terkait daya saing ekonomi local. Termasuk tingginya tarif kamar hotel di kawasan Mandalika yang mencapai Rp3 juta per-malam dan persaingan dengan platform penjualan daring. Untuk itu, ia menekankan pentingnya proteksi terhadap pelaku usaha lokal di tengah gempuran digitalisasi.

“Sejarah pariwisata berubah. Tidak hanya pemberdayaan (empowerment) tapi juga proteksi, termasuk tantangan digitalisasi seperti penjualan online lewat Traveloka,” terangnya.

Ketiga, kata dia, perlunya mendorong penguatan UMKM serta desa wisata lokal. Menurutnya dengan kegiatan seperti pameran, wisata (tour) gratis ke Desa Merese, serta tiga workshop, termasuk forum kolaborasi internasional di Kuala Lumpur.

“Harapannya bisa menjadi momentum untuk memperluas peluang bagi produk lokal kita agar lebih kompetitif,” tandas Gubernur.

Untuk itu, ia menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan Rinjani Travel Mart (RTM) 2025. Baginya, kegiatan RTM ini menjadi ajang strategis untuk memperkuat pariwisata berkelanjutan sekaligus mengatasi sejumlah tantangan utama di sektor pariwisata NTB.

“Rinjani Travel Mart bukan hanya ajang bisnis tapi juga ruang untuk memperkenalkan budaya sekaligus menggerakkan ekonomi lokal. Mudah-mudahan penyegaran konsep tahun ini bisa segera selesai sehingga tahun depan acara ini berjalan lebih baik,” katanya.

RTM sendiri akan digelar pada 10-12 Oktober 2025 berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Kabupaten Lombok Tengah. Kegiatan ini akan menghadirkan seller dari hotel, desa wisata, dan operator pariwisata. Peserta juga berkesempatan mengikuti tur gratis ke sejumlah destinasi sekitar Mandalika termasuk kunjungan ke Desa Merese. (rr)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO