spot_img
Senin, Februari 16, 2026
spot_img
BerandaADVERTORIALTim PKM Universitas Bumigora dan Unram Sosialisasi Pelatihan PMT Berbasis Pangan Lokal

Tim PKM Universitas Bumigora dan Unram Sosialisasi Pelatihan PMT Berbasis Pangan Lokal

Giri Menang (suarantb.com) – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Program Studi S1 Gizi dan S1 Teknologi Pangan Universitas Bumigora bekerja sama dengan Fakultas Peternakan Unram melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal bagi kader posyandu Desa Bengkaung, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat.

Kegiatan yang berlangsung pada 13–14 September 2025 dan diikuti oleh kader posyandu itu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat di desa tersebut.

Sosialisasi ini didukung langsung oleh pemerintah pusat. Seluruh rangkaian kegiatan didanai oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian Masyarakat (DRTPM) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) melalui skema Pengabdian Berbasis Masyarakat pada tahun anggaran 2025.

Pemateri Sosialisasi dan Pelatihan, Husnita Komalasari, S. TP., M.Sc., menyatakan, program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader mengenai gizi, pencegahan stunting, dan pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber PMT. Sekaligus memberikan keterampilan praktis dalam membuat produk pangan fungsional yang sehat, bergizi, dan disukai anak-anak.

Rangkaian kegiatan terdiri atas beberapa tahapan. Mulai dari sosialisasi mengenai pentingnya PMT dan peran prebiotik bagi kesehatan anak. Dengan menggunakan metode Focus Group Discussion (FGD) yang mendorong partisipasi aktif peserta, diskusi, serta tanya jawab.

Ketua Tim PKM, Lina Yunita, S.Si., M.K.M., menjelaskan hasil evaluasi pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman kader mengenai konsep prebiotik, manfaatnya bagi kesehatan saluran cerna anak, dan kaitannya dengan pertumbuhan serta perkembangan.

Tahap kedua adalah pelatihan praktik pembuatan cookies prebiotik berbahan tepung mocaf, tepung kacang hijau, dan ubi jalar putih, yang merupakan potensi pangan lokal Desa Bengkaung.

“Pelatihan dilakukan secara hands-on, mulai dari pemilihan bahan, formulasi adonan, pencampuran, hingga pemanggangan. Hasil pelatihan menunjukkan hampir seluruh peserta mampu memproduksi cookies prebiotik yang sehat, bergizi, dan sesuai selera anak-anak,” jelasnya.

Selain sosialisasi dan pelatihan, tim PKM juga menyerahkan teknologi tepat guna berupa alat pembuatan PMT dan alat antropometri standar Kementerian Kesehatan kepada posyandu Desa Bengkaung. Penyerahan ini bertujuan untuk memudahkan kader dalam memproduksi PMT secara mandiri dan melakukan pemantauan pertumbuhan anak secara akurat, sehingga program pencegahan stunting dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi kader, tetapi juga membuka peluang pengembangan usaha bersama berbasis pangan lokal sebagai alternatif PMT yang inovatif. Terbukti dari salah satu peserta yang mengatakan mereka lebih percaya diri dalam pemberian PMT yang.

“Sekarang kami lebih percaya diri dalam memberikan PMT yang menarik sekaligus menyehatkan anak-anak. Cookies prebiotik ini bisa menjadi inovasi desa yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Program ini menjadi bagian penting dari strategi pemerintah untuk mencapai target zero stunting, memperkuat ketahanan pangan, dan mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di tingkat desa.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi media promosi bagi Prodi S1 Gizi dan S1 Teknologi Pangan Universitas Bumigora serta Fakultas Peternakan Universitas Mataram, memperlihatkan kontribusi nyata akademisi dalam pengembangan masyarakat. (era/*)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO