Selasa, Maret 10, 2026

BerandaPOLHUKAMYUSTISIPenanganan Kasus Kematian mahasiswi Unram di Pantai Nipah Masih Penyelidikan

Penanganan Kasus Kematian mahasiswi Unram di Pantai Nipah Masih Penyelidikan

Mataram (Suara NTB) – Penanganan kasus kematian mahasiswi Fakultas Peternakan Universitas Mataram (Unram) berinisial MV (19) masih di tahap penyelidikan. Kepala Satreskrim Polres Lombok Utara AKP Punguan Hutahaean saat dihubungi melalui Whatsapp, Selasa (15/9/2025) menolak memberikan pernyataan.

Dia mengarahkan agar penyampaian informasi perkembangan penanganan langsung kepada pejabat Humas Polres Lombok Utara. “Nanti disampaikan lewat humas Mba,” kata dia. Sementara itu, Kepala Seksi (kasi) Humas Polres Lombok Utara Ipda Karyadi saat dikonfirmasi mengatakan penanganan kasus tersebut masih penyelidikan.

“Kasus masih dalam tahap penyelidikan. Itu hasil koordinasi saya dengan Pak Made (mantan kasi humas), masih penyelidikan, itu saja,” ujar Karyadi.

Karyadi mengatakan belum mendapatkan informasi lengkap dari perkembangan penanganan kasus. Dia mengaku baru dua hari menjabat sebagai Kasi Humas Polres Lombok Utara menggantikan Ipda I Made Wiryawan.

Oleh karena itu, dia meminta waktu untuk mengonfirmasi kembali perihal informasi perkembangan kasus ini ke pejabat sebelumnya dan juga ke Satreskrim Polres Lombok Utara.

“Itu saja dahulu ya, nanti saya koordinasi lagi dengan kasi humas sebelumnya dan reskrim. Karena belum saya monitor semua,” tandasnya.

Sebelumnya, Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta, Selasa (9/9/2025) mengatakan bahwa pihaknya kini tengah menunggu hasil uji DNA tersebut dari Lab Forensik Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri yang ada di Bogor, Jawa Barat.

“Kami tunggu hasil uji DNA awal dari Labfor. Juga hasil uji DNA tambahan menyusul ditemukannya beberapa bercak darah di TKP,” terangnya.

Purwanta menyebutkan, pihaknya telah mengirim sampel darah sebanyak dua kali ke Puslabfor Bareskrim Polri. Sampel darah tersebut sama-sama hasil dari olah TKP yang penyidik lakukan.

“Langkah ini penting untuk memastikan kecocokan barang bukti dengan korban maupun pihak lain yang kemungkinan ada kaitannya atas peristiwa tersebut,” kata dia.

Sementara itu, Polres Lombok Utara kini masih belum dapat meminta keterangan resmi saksi kunci dalam kasus ini. Saksi kunci dalam kasus ini yakni teman korban di TKP berinisial RA (19).

RA (kerabat korban) belum dapat dimintai secara resmi lantaran kondisi kesehatan yang masih belum stabil.

“Kami berharap masyarakat tetap tenang dan mempercayakan proses penyelidikan kepada pihak kepolisian  dan segera terungkap,” pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda NTB, Kombes Pol Syarif Hidayat saat ditemui media di Masjid Polda NTB, Jumat (29/8/2025) menyebutkan, sudah ada satu orang yang diamankan pihak kepolisian.

Namun, dia enggan membeberkan identitas satu orang yang telah polisi tahan karena kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Polda NTB dalam penanganan kasus ini juga telah berkoordinasi dengan Polres Lombok Utara.

Pihak kepolisian saat ini juga telah menerima hasil visum dan autopsi di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Mataram.

Hasilnya, mereka menemukan adanya dugaan bahwa mahasiswi Fakultas Peternakan Unram tersebut menjadi korban kekerasan seksual. Temuan luka robek di alat vital korban memperkuat dugaan tersebut.

Syarif menegaskan, saat ini pihaknya tengah mendalami temuan tersebut.

“Apakah pelakunya mohon maaf, korban satu lagi (pacar MV) atau orang sudah kami amankan? Akan kita uji coba lab. Pokoknya kita maksimal,” tandasnya.

Diduga Korban Begal

Sebagai informasi, MVP pergi dari rumahnya bersama salah seorang temannya berinisial RA (19) pada Selasa (26/8/2025).

Khawatir anaknya tak kunjung pulang, keluarga MVP kemudian menanyakan teman kuliah korban tentang keberadaan korban.

Pihak keluarga kemudian melakukan pencarian dengan melacak keberadaan korban melalui check post (CP). Dari hasil pelacakan, posisi terakhir terdeteksi di sekitar Pantai Nipah.

Orang tua korban bersama sejumlah pihak kemudian menuju lokasi. Pada pukul 01.30 Wita, RA ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Ia segera dibawa ke Puskesmas Nipah untuk mendapatkan pertolongan medis.

Sementara beberapa jam kemudian, tepatnya pukul 06.30 Wita, korban MVP ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan posisi tubuh telungkup di lokasi yang sama.

Dari keterangan RA yang selamat, peristiwa ini diduga kuat merupakan tindak pembegalan. Ia menyebut ada dua orang pelaku yang menyerang mereka, bahkan dirinya sempat dipukul menggunakan kayu hingga tak sadarkan diri. (mit)

IKLAN

RELATED ARTICLES
IKLAN





VIDEO