spot_img
Jumat, Februari 20, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMPeran KWT Kelola Sampah Organik

Peran KWT Kelola Sampah Organik

PEMERINTAH Kelurahan Punia, Kecamatan Mataram, Kota Mataram, terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah organik melalui pemanfaatan peran Kelompok Wanita Tani (KWT), khususnya dari Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Sampah organik yang terkumpul diolah menjadi pupuk cair, pupuk padat, hingga pakan maggot yang juga terintegrasi dengan budidaya ikan.

Langkah ini sejalan dengan program “Tempah Dedoro Organik” yang diluncurkan Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, pada HUT ke-32 Kota Mataram, Minggu, 31 Agustus 2025 lalu. Program tersebut bertujuan mengurangi sampah langsung dari sumbernya, sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan warga.

Lurah Punia, Lalu Suyudiningrat Atmanegara menyebutkan, potensi kelompok wanita di wilayahnya cukup aktif. Terutama dalam mendukung gerakan pemilahan dan pengelolaan sampah rumah tangga secara mandiri.

“Sebenarnya ini bagian dari program kota untuk pemberdayaan KWT. Khususnya di Punia, kami dorong pengelolaan sampah terintegrasi ke budidaya maggot yang hasilnya juga dimanfaatkan sebagai pakan ikan,” ujarnya, Rabu, 17 September 2025.

Menurutnya, budidaya maggot saat ini dipusatkan di lahan P2L milik KWT karena volume sampah yang tersedia di sana lebih besar. Sementara hasil panen maggot belum dicatat secara detail karena langsung dimanfaatkan untuk pakan ternak dan ikan secara langsung.

Melalui pengelolaan sampah mandiri ini, Kelurahan Punia menargetkan dapat mengurangi beban volume sampah yang masuk ke TPS dan TPA. Selain itu, masyarakat juga didorong mendapatkan nilai tambah dari hasil olahan organik, baik berupa pupuk maupun maggot yang bisa dimanfaatkan secara langsung.

“Kami ingin KWT tidak hanya mengolah, tetapi juga menjadi motor edukasi pemilahan sampah bagi warga sekitar,” tambahnya.

Sebagai langkah awal, Kelurahan Punia telah membangun komposter skala kecil di halaman kantor kelurahan dan menyelenggarakan pelatihan dasar pengelolaan sampah organik bagi anggota KWT dan masyarakat umum.

Program ini juga didukung oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram melalui pelatihan dan pendampingan teknis terkait pembuatan pupuk dan pengelolaan maggot. Upaya ini dinilai strategis dalam mendukung pencapaian target pengurangan sampah dan mendukung visi Mataram sebagai kota bersih dan ramah lingkungan. (pan)

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO