spot_img
Sabtu, Januari 31, 2026
spot_img
BerandaKESEHATANRSUD Juarai Keterbukaan Informasi OPD Lingkup Pemprov NTB

RSUD Juarai Keterbukaan Informasi OPD Lingkup Pemprov NTB

Mataram (suarantb.com) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) meraih peringkat pertama dalam keterbukaan informasi publik.

Capaian ini terungkap dari hasil riset pengamat politik sekaligus akademisi, Cukup Wibowo, terhadap enam Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di lingkup Pemerintah Provinsi NTB. Ia menjelaskan, penelitiannya menyimpulkan bahwa PPID RSUD NTB menempati posisi teratas berdasarkan penilaian Komisi Informasi.

“Saya menjadikan ini untuk bisa menjadi inspirasi bagi OPD PPID lain, supaya bisa belajar,” ujarnya, Kamis, 18 September 2025.

Temuan tersebut kemudian dibukukan dalam sebuah karya yang memuat gambaran nyata mengenai keterbukaan informasi publik. Buku ini, kata Cukup, dapat menjadi rujukan penting bagi masyarakat maupun PPID lain untuk melihat berbagai terobosan yang sudah dilakukan.

“Inti dari buku ini adalah informasi yang menggambarkan keterbukaan informasi publik yang perlu diketahui masyarakat. RSUD NTB telah memberikan contoh bagaimana mengembangkan PPID,” jelasnya.

Menurutnya, buku ini sudah berseri dan memiliki standar nasional, sehingga mudah diakses melalui mesin pencarian.

Sementara itu, Direktur RSUD NTB dr. Lalu Herman Mahaputra menegaskan, keterbukaan informasi publik tidak cukup hanya sebatas layanan daring, melainkan harus diwujudkan dalam pelayanan langsung kepada masyarakat.

“Keterbukaan informasi publik bukan hanya link service aja, tetapi bagaimana outputnya menyentuh ke masyarakat. Masyarakat belum paham bagaimana regulasi yang ada, sehingga masyarakat tidak boleh bingung,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Dr. Jack ini menambahkan, RSUP NTB berkomitmen memberikan pelayanan paripurna tanpa diskriminasi. Rumah sakit, tegasnya, tidak boleh mempersulit pasien dengan alasan administrasi ataupun ketidakmampuan membayar.

“Jadi kita memang diamanatkan rumah sakit yang benar-benar melayani dengan paripurna. Tidak ada mempersulit pasien dengan alasan tidak bisa berbayar dan sebagainya. Itu bukan alasan yang diterima oleh masyarakat,” tegasnya.

Lebih jauh, Herman menekankan pentingnya kejujuran antara masyarakat dan rumah sakit. Bila ada pasien yang datang tanpa biaya, RSUD NTB tetap akan memberikan pelayanan terbaik.

“Nanti kita akan melayani tanpa membedakannya,” pungkasnya. (era)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO