Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Pusat dalam hal ini Kemendikdasmen akan mendistribusikan Smartboard atau Interaktif Falt Panel (IFP) ke seluruh sekolah di Indonesia. Namun, sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Mataram masih belum mengisi formulir kesiapan menerima perangkat elektronik tersebut.
Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram, melalui Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) mengatakan, tercatat puluhan sekolah masih belum mengisi formulir kesiapan menerima Smartboard dari kementerian.
“Kalau Sekolah Dasar (SD) sudah, SMP masih ada beberapa sekolah yang belum mengisi (formulir) itu di Data Pokok Pendidikannya (Dapodik),” ujar Kabid Dikdas, Syarafudin, Jumat, 19 September 2025.
Ia menyampaikan, pengisian formulir kesiapan diperlukan, sebab salah satu syarat agar dapat menerima bantuan perangkat elektronik itu mesti mendapat persetujuan dari sekolah. “(Pengisian) Lewat Dapodik dia setuju atau tidak untuk menerima (Smartboard) itu,” jelasnya.
Kemendikdasmen telah menyiapkan sebanyak 288.000 unit Smartboard untuk seluruh sekolah yang bersedia menerima tahun ini. Syarafudin memperkirakan setiap sekolah nantinya akan menerima satu unit Smartboard.
Namun demikian, ia belum bisa memastikan kapan tepatnya Smartboard tersebut akan didistribusikan ke sekolah di Mataram. “Rencananya tahun ini, tapi belum ada dari pusat untuk distribusinya seperti apa,” terang Kabid Dikdas itu.
Syarafudin juga menyampaikan bahwa Kemendikdasmen akan melatih sejumlah guru yang khusus mengoperasikan perangkat layar interaktif itu.
“Untuk Smartboard ini guru-guru kita yang sudah biasa menggunakan pembelajaran dengan laptop dan segala macam sudah biasa. Tapi mungkin pasti ada pelatihan (khusus),” tuturnya.
Sebagai informasi, Kemendikdasmen akan mendistribusikan ratusan ribu unit Smartboard ke seluruh sekolah di Indonesia. Pengadaan perangkat elektronik tersebut dimaksudkan untuk mendukung digitalisasi pendidikan.
Syarafudin menyebut, keberadaan Smartboard ini juga diharapkan dapat mewarnai metode pembelajaran di dalam kelas. Supaya anak-anak tidak jenuh kan jadi disiapkan perlengkapan itu di setiap sekolah,” pungkasnya. (sib)



