Mataram (Suara NTB) – Pemerintah pusat tidak menggelontorkan dana alokasi khusus (DAK) fisik ke kabupaten/kota dan provinsi di tahun 2026. Hal ini berdampak terhadap pembangunan infrastruktur di Kota Mataram.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Mataram, Lale Widiahning dikonfirmasi akhir pekan kemarin membenarkan, pemerintah pusat tidak mengalokasikan dana alokasi khusus (DAK) bagi kabupaten/kota dan provinsi di seluruh Indonesia, pada tahun 2026. Kebijakan ini justru sangat mengganggu program pembangunan infrastruktur di Kota Mataram.
Salah satu solusinya adalah, pembiayaan pembangunan infrastruktur melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). “Kita berharap dari APBD tetapi tidak bisa banyak,” terangnya.
Pihaknya telah mengusulkan program fisik melalui dana insentif daerah. Selain itu kata Lale, sumber pembiayaan lainnya dari pemerintah pusat.
Menurut dia, beberapa catatan infrastruktur adalah, pembangunan badan jalan dan jembatan di Lingkungan Gontoran, Kelurahan Mandalika, Kecamatam Sandubaya. Walaupun tidak menjadi prioritas paling tidak ada wacana yang tergambar dalam rencana tata ruang wilayah.
Pembangunan jembatan diharapkan menumbuhkan ekonomi masyarakat setempat. “Masyarakat juga menunggu rencana itu,” katanya.
Lale menyebutkan, pembangunan infrastruktur yang masuk skala prioritas adalah, jalan inspeksi di Lingkungan Marong, Kelurahan Karang Baru. Selain itu, pembangunan sanitasi dan air bersih yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. “Kalau infrastruktur jalan di Mataram kategori mantap. Justru yang prioritas adalah jalan di bantaran Kali Unus,” sebutnya.
Bagaimana dengan rencana pembangunan jalan Batu Bolong? Dikatakan Lale, pembangunan Jalan Batu Bolong, Kelurahan Pagutan Barat, belum masuk dalam perencanaan tahun 2026.
Pemkot Mataram masih fokus untuk pembebasan lahan saja di kawasan tersebut. Ia berharap pemerataan pembangunan bisa diperhatikan oleh pemerintah pusat, sehingga transfer anggaran fisik dibutuhkan bagi kabupaten/kota. “Kita berharap ada pemerataan anggaran pembangunan apapun namanya,” demikian kata Lale. (cem)


