Mataram (Suara NTB) – Jelang perhelatan event MotoGP di Mandalika, Ketua Komisi II DPRD NTB, Lalu Pelita Putra menekankan terkait dengan konsep pengembangan pariwisata yang terintegrasi. Sehingga aktifitas industri pariwisata tidak hanya terpusat di Mandalika, tapi juga daerah lain bisa ikut merasakan dampaknya.
“Epicentrum kebangkitan pariwisata NTB tidak semata Mandalika, tapi harus terintegral dengan destinasi wisata di NTB yang lain. Untuk mencapai itu maka harus dipikirkan konektifitasnya, faktor-faktor pendukung harus dibangun,” ujarnya pada Selasa,23 September 2025.
Guna mewujudkan hal itu, politisi PKB itu menyerukan pentingnya kerjasama. Sebab membangun pariwisata tidak hanya ansih menjadi tanggungan jawab satu OPD yakni dinas pariwisata saja. Tapi juga menjadi tanggungan jawab stakeholder lainnya.
“Ini menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya Dispar sendiri, tapi semua pihak. Maka fungsi koordinasi sangat penting,” katanya.
Politisi PKB ini menegaskan bahwa pembangunan pariwisata tidak boleh dikelola secara sektoral, melainkan harus terintegrasi lintas instansi. Semua stakeholder harus ikut sama-sama bergerak.
“Kalau mau membangun pariwisata, tidak bisa parsial. Perdagangan, koperasi, UKM, bahkan sektor pertanian dan infrastruktur harus terlibat. Ini kerja besar yang butuh koordinasi serius,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa DPRD NTB sejak era Gubernur TGB sudah melahirkan regulasi untuk memperkuat sektor ini, seperti Perda Nomor 2 Tahun 2016 tentang Pariwisata Halal, serta Perda terbaru Nomor 3 Tahun 2025 tentang Pariwisata Berkelanjutan berbasis kearifan lokal.
“Payung hukum sudah ada, tinggal bagaimana eksekusinya di lapangan dengan dukungan anggaran yang memadai,” jelasnya.
Selain aspek regulasi dan koordinasi, Lalu Pelita juga menyoroti persoalan harga tiket dan hotel yang kerap melonjak tinggi setiap menjelang event internasional seperti MotoGP.
“Silakan menaikkan harga, tetapi jangan sampai mencekik wisatawan. Kenaikan yang wajar bisa diterima, tapi kalau sampai selangit, justru merugikan citra pariwisata kita,” ujarnya.
Ia optimis MotoGP 2025 akan sukses, asalkan pemerintah provinsi, kabupaten/kota, serta masyarakat bekerja maksimal dalam sosialisasi dan persiapan.
“Kita harus sukseskan event besar ini. MotoGP adalah etalase pariwisata NTB di mata dunia, jadi harus benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (ndi)



