Sumbawa Besar (Suara NTB) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengaku baru 17 desa tangguh bencana (Destana) yang sudah terbentuk dari total 157 desa di Kabupaten Sumbawa. Bahkan hanya dua desa saja yang akan dibentuk pada tahun 2025.
“Sudah 17 Destana yang sudah terbentuk, cuman untuk tahun 2025 ada dua desa yang akan kita bentuk Desa Rhee Loka, Kecamatan Rhee dan Labuhan Jambu di Kecamatan Tarano,” kata Kalak BPBD melalui Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sumbawa, Sukiman, kepada wartawan, Selasa, 23 September 2025
Sukiman melanjutkan, pembentukan Destana dilakukan BPBD supaya desa bisa mandiri ketika terjadi bencana. Bahkan 30 orang yang terlibat di Destana akan dibina dan dilatih supaya ketika bencana minimal bisa dilakukan penanganan awal sembari menunggu bantuan dari stakeholder lainnya.
“Jadi, terhadap Destana tetap akan kita bina supaya ketika terjadi bencana mereka sudah tahu harus melakukan apa termasuk juga meminimalisir kerugian yang timbul,” ujarnya.
Ia pun meyakinkan, penetapan Destana dilakukan pemerintah dengan beberapa kriteria khusus setelah dilakukan pemetaan sebelumnya. Seperti yang dilakukan di Desa Rhee Loka yang dianggap rawan terjadi banjir, bahkan hampir setiap musim penghujan desa tersebut selalu dilanda banjir.
“Ada kriterianya tidak bisa kita tetapkan Destana begitu saja dengan tetap mengacu ke kronologis kebencanaan yang dikhawatirkan terjadi,” sebutnya.
Selain membentuk Destana, pihaknya juga akan terus melakukan upaya sosialisasi dan pembinaan kepada masyarakat. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk mitigasi ketika terjadi bencana untuk menekan kerugian yang terjadi.
“Kami akan terus mengedepankan sosialisasi kepada masyarakat untuk meminimalisir kerugian baik itu materil maupun korban jiwa yang timbul akibat bencana,” katanya. (ils)



