Mataram (Suara NTB) – Gubernur NTB, Dr. H.Lalu Muhamad Iqbal memastikan kesiapan NTB sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028. Hal itu disampaikan Gubernur di hadapan Komisi X DPR RI, yang juga membidangi pendidikan, olahraga, sains, dan teknologi.
Dalam pertemuan antara Gubernur, Komisi X DPR RI, dan ITDC di Pendopo Tengah Rabu malam, 24 September 2025 kemarin, DPR RI juga berkomitmen untuk mendukung penuh NTB tuan rumah PON, termasuk anggaran dan cabor tuan rumah yg diusulkan NTB.
“Komisi X DPR RI ingin Pembukaan PON 2028 dilaksanakan di NTB, karena sarana prasarana serta fasilitas pendukungnya memadai,” ujar Ketua Rombongan Kunker Komisi X, Lalu Hadrian Irfani.
Untuk memastikan NTB tetap menjadi tuan rumah PON, Komisi X, lanjut Lalu Hadrian mendorong Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) untuk mempercepat penertiban SK Penetapan NTB dan NTT sebagai Tuan Rumah PON.
Selain berbicara soal PON, Komisi X dan ITDC juga menyampaikan progress persiapan MotoGP Mandalika 2025 yang sepekan lagi akan digelar.
Direktur Operasional ITDC, Troy Reza Warokka menyampaikan, persiapan MotoGP 2025 sudah menunjukkan progress. Perbaikan infrastruktur di kawasan Sirkuit Mandalika juga sudah dilakukan.
“Pengerjaan dari Grand Stand, pengerjaan Garuda Launch yang menjadi satu hal baru di Sirkuit Mandalika yang dijadikan satu khusus untuk Presiden dan Wakil Presiden,” ujarnya.
ITDC juga menyiapkan parade rider MotoGP yang akan digelar di Mataram. Hal itu rutin dilakukan setiap tahun. Di parade kali ini, aka nada 12 pembalap MotoGP yang akan berjalan dari Sangkareang ke Teras Udayana.
“Sedangkan untuk parade rider akan menghadirkan 12 pembalap. Dan ini metupakam acara yang di tunggu tunggu oleh masyarakat kota mataram pastinya NTB,” katanya.
Pembalap juga akan melakukan kunjungan ke sekolah. Akan ada dua Pondok Pesantren yang akan dikunjungi oleh pembalap asal Indonesia.
“Kita lakukan kampanye dan memberikan makanan sehat untuk anak sekolah tersebut. Jadi banyak hal yang baru tahun ini. Kita lakukan sebagai bentuk kepedukian kita,” ucap Troy.
Tiket Terjual Baru 30 Persen
Hingga saat ini, penjualan tiket nonton MotoGP baru 30 persen dari target 121 ribu kursi yang ditetapkan MGPA. Penjualan tersebut memperlihatkan animo penonton tidak sekuat musim lalu.
“Kalau kita bicara tiket itu kurang lebih sekitar 30 persen yang terjual dan saya rasa ini masih ada waktu beberapa hari masih sangat mungkin bergerak naik penjualannya,” katanya.
Penjualan tiket MotoGP Mandalika 2025 tidak hanya lewat MGPA. Kata Troy, banyak channel penjualan yang bisa diakses, seperti support dari Bank Mandiri dan sebagainya. “Sehingga saya percaya penjualan tiket masih terus bergerak, saya yakin ini akan terus bergerak naik,” tegasnya.
Dalam meningkatkan penjualan, ITDC menyediakan sejumlah promo menarik. Di antaranya, potongan harga tiket nonton hingga kesempatan berinteraksi dengan pembalap di Hero Walk. (era)


