spot_img
Kamis, Februari 26, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK BARATTingkatkan Ketahanan Pangan Keluarga, Dispangan Lobar Kembangkan ‘’Teras Pangan’’ B2SA di Desa 

Tingkatkan Ketahanan Pangan Keluarga, Dispangan Lobar Kembangkan ‘’Teras Pangan’’ B2SA di Desa 

Giri Menang (Suara NTB) – Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan di tingkat rumah tangga dan desa, Pemkab Lombok Barat (Lobar) melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) melaksanakan salah satu program unggulan “Teras Pangan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman)”. Program pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam sayuran dan tanaman pangan bernilai gizi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Lobar, H Afgan Kusumanegara, SP, menjelaskan program ini menyasar langsung ibu-ibu rumah tangga, khususnya anggota PKK, agar mampu menekan pengeluaran harian sekaligus menjaga ketahanan pangan keluarga. Sebab, kata dia, jika ibu-ibu bisa menanam cabai, bayam, tomat, atau sayuran lain di pekarangan maka mereka bisa menghemat pengeluaran.

“Mereka bisa menghemat Rp15.000 per hari. Kalau dikalikan sebulan, pengeluaran berkurang hingga Rp450.000. Selain hemat, hasil panen juga lebih sehat karena pupuknya bisa mereka kendalikan sendiri,” jelas Afgan saat pelatihan di Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Kamis, 25 September 2025.

Selain mengurangi beban ekonomi, program Teras Pangan ini juga bisa meningkatkan pendapatan keluarga. Hasil panen yang berlebih dapat dijual kembali, baik dalam bentuk bibit maupun sayuran segar. “Inilah yang menjadi kekuatan program, selain hemat juga bisa menghasilkan,” tambahnya.

Pihaknya pun memberikan pelatihan pada PKK desa, tentang bagimana memanfaatkan pekarangan untuk menanam sayur sayuran, mulai dari proses pengolahan tanaman, penanaman, hingga pemeliharaan. Selain pelatihan, pihaknya juga memberikan bantuan bibit 250 bibit terong dan 250 bibit cabai pada masing-masing kelompok.

Tahun ini, program ini menyasar tiga desa, yakni Cendi Manik, Kuripan Timur dan Banyu Urip. Ke depan, program Teras Pangan tidak hanya berfokus pada sayuran dapur, tetapi juga mendorong diversifikasi pangan lokal seperti singkong, ubi, gadung, hingga sudak sebagai alternatif pengganti beras.

“Tujuan jangka panjangnya adalah menjaga ketahanan pangan sekaligus menghidupkan kembali pangan alternatif yang mulai ditinggalkan masyarakat. Dengan begitu, keluarga lebih mandiri, inflasi terkendali, dan ekonomi lokal semakin kuat,” ujar Afgan. Sebab program ini juga upaya untuk pengendalian inflasi daerah.

Dalam pengembangan Teras Pangan ini, pihaknya juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan bahan sederhana, seperti polybag, botol plastik bekas, hingga gelas air mineral untuk menanam. Sehingga secara tidak langsung bisa mengurangi sampah di wilayah masing-masing. Bahkan bagi yang tidak punya pekarangan luas, menanam bisa dilakukan dengan sistem tempel di dinding rumah. (her)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO