Mataram (Suara NTB) – Pemerintah berencana merampungkan sertifikasi bagi semua guru di Indonesia tahun ini melalui program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Sementara itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB menyebut, jumlah guru di NTB yang telah bersertifikasi sebanyak 51 persen.
Plt. Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Dikbud NTB, Rizaldi mengatakan, pemerintah dalam hal ini Kemendikdasmen menargetkan seluruh guru di Indonesia sudah memiliki sertifikasi sebagai tenaga pendidik pada 2025.
“Jadi targetnya pusat itu, semua selesai (sertifikasinya). Akhir 2025 ini, tidak ada lagi guru (dalam jabatan) yang belum memperoleh sertifikat pendidik,” katanya kepada Suara NTB, Selasa 30 September 2025.
Ia menyampaikan, bahwa proses yang berlangsung saat ini adalah PPG tahap III bagi guru tertentu. Guru-guru yang dipanggil untuk mengikuti tahapan berikutnya adalah guru yang datanya sudah rampung dalam cut-off data akhir 2024.
Rizaldi menyebut, bagi guru yang telah mendaftarkan diri dan memasukkan data pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik) tinggal menunggu namanya dipanggil. Namun demikian, jika dalam proses penginputan, guru salah mengirim data, akan terancam tidak bisa melanjutkan.
“Nah ini tergantung bagaimana mengisi datanya. Kalau tidak benar mengisi data terancam bisa tidak terpanggil,” jelasnya.
Rizaldi menyebut, berdasarkan data per Juni 2025, jumlah guru yang sudah bersertifikasi sebanyak 9.429 atau 51 persen dari total 18.608 guru di NTB. Artinya, sebanyak 1.179 guru atau 49 persen sisanya masih belum bersertifikasi.
Menurutnya, jumlah ini masih jauh dari kata cukup. Pasalnya, pemerintah menargetkan agar semua guru mempunyai sertifikat pendidik rampung pada 2025. “Dan itu jumlahnya sangat sedikit. Karena UU Guru dan Dosen (Nomor 14 Tahun 2005) itu mewajibkan guru itu selain Sarjana juga memiliki sertifikat pendidik,” tandasnya. (sib)


