Giri Menang (suarantb.com) – Seorang anak bernama Ibrahim Kholil Mubarak (6), warga Dusun Bale Kuwu, Desa Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat (Lobar) dilaporkan meninggal dunia usai terperosok dan terseret arus deras ke dalam saluran drainase depan Kantor SKB Gunungsari saat hujan lebat mengguyur kawasan tersebut pada Selasa siang (30/9/2025) sekitar pukul 12.00 Wita.
Dari informasi yang dihimpun media, korban saat itu tengah bermain bersama teman-temannya di sekitar lokasi. Namun karena hujan deras, jalanan tergenang air sehingga lubang drainase tidak terlihat. Korban terpeleset dan langsung terseret arus ke dalam saluran dengan kedalaman sekitar 1,5 meter.
Pencarian pun berlangsung cukup dramatis akibat derasnya arus air. Tak berselang lama, tubuh korban ditemukan tersangkut di sebuah pipa saluran, tak jauh dari lokasi awal kejadian. Saat dievakuasi, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Jenazah kemudian dibawa ke Puskesmas Gunungsari untuk penanganan medis lebih lanjut.
Perlu Penanganan
Pihak desa bersama DPRD dan kepolisian pun telah berkoordinasi untuk penanganan lebih lanjut. Warga sekitar juga menyampaikan harapan agar langkah pencegahan segera dilakukan supaya tragedi serupa tidak kembali terjadi.
Anggota DPRD Lobar Dapil Gunungsari-Batulayar M. Munip yang rumahnya berada tak jauh dari lokasi menyayangkan kejadian tersebut.
“Ada musibah (seorang anak meninggal) jatuh (terperosok) ke dalam got saluran irigasi, sekitar pukul 12 siang kemarin,” kata dia sembari menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya warganya tersebut.
Korban diduga terjatuh ke dalam saluran irigasi saat bermain bersama teman-temannya. Korban terperosok ke saluran, persis di bak kontrol saluran Irigasi.
Saluran irigasi itu sebelumnya memiliki tutup bak kontrol menggunakan besi. Namun diduga dicuri oknum tak bertanggung jawab sehingga saluran irigasi itu pun tidak pernah ditutup lagi.
Korban bersama rekan-rekannya kebetulan bermain di sekitar lokasi, ketika kejadian itu sedang hujan besar. Kemungkinan korban tak melihat bak kontrol terbuka karena berisi air, sehingga terjatuh.
Korban pun terbawa arus saluran irigasi itu, hingga akhirnya ditemukan di depan kantor Desa Gunungsari Lobar. Penutupan bak kontrol saluran di daerah itu memang diduga banyak yang hilang. Akibat kejadian itu, pihaknya pun langsung berkoordinasi dengan kades, Kadus dan anggota dewan lain untuk menutup bak kontrol tersebut. “Ini mengantisipasi kejadian serupa,” kata dia.
Terjadi Ketika Hujan Lebat
Sementara itu, Camat Gunungsari Zulkifli menerangkan, kejadian bocah berusia enam tahun terperosok ke saluran terjadi ketika hujan lebat. “Korban dan teman-temannya sedang bermain di sekitar lokasi itu,” jelasnya.
Di drainase jalan raya menuju Batulayar Lobar, ini lanjut dia, memang selalu tergenang air ketika hujan. Hingga air menutup jalan dan juga saluran drainase.
Di saluran irigasi itu ada bak kontrol yang ditutup menggunakan besi. Namun besi penutup bak kontrol ini hilang, sehingga tidak tertutup. “Korban kemungkinan tidak melihat itu, hingga akhirnya terjatuh ke dalam saluran tersebut,” imbuhnya. Kondisi derasnya air, menyebabkan korban terbawa arus saluran tersebut.
Pencarian pun dilakukan warga bersama aparat. Untungnya hujan sudah reda dan air mulai berangsur surut di saluran, sehingga memudahkan pencarian.
Korban pun ditemukan beberapa lama setelah terseret arus. Korban pun langsung dimakamkan sekitar pukul 17.00 Wita pada hari itu juga.
Langkah cepat dilakukan pihak Desa, Dusun bersama Anggota DPRD, Kecamatan, dan masyarakat setempat berinsiatif menangani penutup bak kontrol saluran. “Tadi sudah gotong royong, ditutup menggunakan cor besi, dilas langsung agar tidak hilang lagi,” imbuhnya.
Pihaknya pun mengimbau pada masyarakat agar waspada cuaca buruk, rawan banjir dampak hujan. Terlebih di lokasi, kerap kali tergenang karena saluran irigasi tidak mampu menampung debet air, sehingga meluber ke jalan. Namun air tidak tergenang lama. “Kami imbau warga berhati-hati, perhatikan anak-anaknya,” sambungnya. (her)


