Mataram (Suara NTB) – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan komitmennya dalam mendukung digitalisasi sistem pembayaran pada perhelatan internasional MotoGP Mandalika 2025. Fokus utama diarahkan pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi bagian dari acara ini.
Kepala BI NTB, Hario K. Pamungkas, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan perangkat pembayaran digital bagi seluruh UMKM yang menjadi tenant resmi di arena MotoGP Mandalika. “Kami berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi NTB untuk mendorong penggunaan transaksi digital di seluruh tenant UMKM. Harapannya, pengunjung lebih nyaman dan mudah dalam bertransaksi,” ujar Hario, Jumat, 3 Oktober 2025.
BI NTB akan menyiapkan sekitar 60 perangkat soundbox untuk mendukung pembayaran nontunai melalui QRIS Tap, sebagai bagian dari inovasi dalam sistem pembayaran digital yang ramah pengguna.
Menurut Hario, perhelatan MotoGP menjadi momentum strategis untuk menunjukkan kesiapan infrastruktur digital di NTB. Keberadaan sistem pembayaran modern di event ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan wisatawan. Mendorong pertumbuhan transaksi digital dan memperkuat daya saing UMKM lokal. “Event seperti MotoGP merupakan etalase penting untuk menunjukkan kesiapan daerah dalam menyongsong ekonomi digital,” tegasnya.
Hingga Agustus 2025, NTB mencatatkan capaian signifikan dalam adopsi QRIS. Jumlah pengguna QRIS: 499.365. Volume transaksi: 30,87 juta transaksi. Nominal transaksi: Rp397,92 miliar. Jumlah merchant: 386.132.
Angka ini menunjukkan tingginya penerimaan masyarakat terhadap sistem pembayaran digital dan peran besar QRIS dalam mempercepat transformasi ekonomi daerah.
Hario juga mengungkapkan bahwa salah satu perusahaan penyedia layanan pembayaran digital nasional berencana membuka cabang di NTB. Ini menjadi sinyal kuat bahwa potensi pasar ekonomi digital di NTB sangat menjanjikan. (bul)


