spot_img
Sabtu, Februari 21, 2026
spot_img
BerandaEKONOMIOJK Menggelar SYAFIF di Mataram, Genjot Peran Lembaga Keuangan Syariah

OJK Menggelar SYAFIF di Mataram, Genjot Peran Lembaga Keuangan Syariah

Mataram (Suara NTB) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar rangkaian Syariah Financial Fair (SYAFIF) Goes to Mataram, 3-4 Oktober 2025 di Lombok Epicentrum Mall (LEM). Kegiatan ini menjadi salah satu flagship program OJK untuk meningkatkan literasi, inklusi, sekaligus mempercepat akselerasi industri keuangan syariah nasional.

Kepala OJK NTB, Rudi Sulistyo, mengatakan bahwa penyelenggaraan SYAFIF di Mataram melanjutkan kesuksesan gelaran sebelumnya di Bandung. Di Kota Kembang, SYAFIF mencatat capaian pembukaan 784 rekening baru dengan nilai transaksi lebih dari Rp73,6 miliar.

“Di NTB, kami ingin mengulang kesuksesan itu sekaligus memperluas jangkauan literasi keuangan syariah. Apalagi, NTB punya potensi besar dengan tren pertumbuhan yang positif,” kata Rudi dalam sambutannya.

Berdasarkan data OJK hingga Agustus 2025, total aset perbankan syariah di NTB mencapai Rp24,85 triliun atau tumbuh 11,02 persen secara tahunan (year on year/YoY). Dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp16,66 triliun, naik 9,06 persen, sementara pembiayaan perbankan syariah mencapai Rp18,23 triliun. Dari angka tersebut, 86,79 persen masih didominasi pembiayaan konsumtif.

Selain sektor perbankan, kinerja perusahaan pembiayaan syariah di NTB juga menunjukkan pertumbuhan positif, yakni naik 4,64 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Ini menandakan sektor keuangan syariah semakin diminati masyarakat dan punya ruang besar untuk berkembang,” ujarnya.

SYAFIF Goes to Mataram menghadirkan 17 Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) syariah dan dua lembaga pendukung, seperti Bank Indonesia dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sebanyak 20 booth inklusi dibuka, meliputi layanan perbankan, asuransi, pembiayaan, hingga pegadaian syariah.

Dalam dua hari penyelenggaraan, masyarakat dapat mengikuti berbagai agenda, seperti Syariah Expo, talkshow edukasi produk keuangan syariah, lomba mewarnai, fashion show syariah anak-anak, hingga fashion show busana kerja industri syariah. Panitia juga menyediakan doorprize dan grand prize untuk meningkatkan interaksi dengan pengunjung.

Rudi berharap kegiatan ini menjadi momentum penguatan literasi dan inklusi keuangan syariah di NTB, khususnya bagi generasi muda, pelajar, mahasiswa, dan komunitas kreatif. “Kami juga ingin menjadikan SYAFIF sebagai platform kolaborasi lintas sektor – perbankan, lembaga pembiayaan, fintech syariah, UMKM, dan pelaku industri halal – agar tercipta ekosistem keuangan syariah yang lebih dinamis dan inovatif,” jelasnya.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa OJK mendorong digitalisasi transaksi keuangan syariah agar lebih transparan, aman, dan sesuai prinsip syariah. Dengan begitu, masyarakat NTB dapat memanfaatkan layanan keuangan yang beretika sekaligus mendukung kesejahteraan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. Semoga SYAFIF Goes to Mataram menjadi awal penguatan ekosistem keuangan syariah yang berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia, khususnya di NTB,” tutup Rudi.

Kegiatan ini dibuka juga oleh Gubernur NTB, Dr. H. Lalu. Muhamad Iqbal, Kepala BI NTB, Hario K Pamungkas. (bul)

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO