Mataram (Suara NTB) – Sejumlah program unggulan Presiden Republik Indonesia, H. Prabowo Subianto sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat. Salah satunya, program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program ini sebagai upaya pemerintah memperluas layanan kesehatan serta langkah cepat mendeteksi penyakit dialami masyarakat.
Yani, warga Kota Mataram sangat antusias menyambut pemeriksaan kesehatan gratis. Program prioritas Presiden ke-8 dinilai memberikan dampak luas bagi masyarakat. Artinya, masyarakat leluasa mengakses kesehatan dan mendapatkan pelayanan yang baik dari tenaga kesehatan. “Apalagi ada pemeriksaan kesehatan gratis khusus yang berulang tahun. Baru pertama kali ada program seperti ini,” katanya.
Ibu satu orang anak mengaku, belum mengakses layanan kesehatan tersebut. Kendati demikian, ia tidak memungkiri akan mencoba merasakan langsung program cek kesehatan gratis tersebut.
Menurut dia, paling penting dari program ini adalah, masyarakat miskin bisa mengakses secara langsung, sehingga merasakan manfaat dari program pemerintah.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Emirald Isfihan menjelaskan, program cek kesehatan gratis berlaku untuk semua siklus kehidupan. Pertama, cek kesehatan gratis diperuntukan bagi masyarakat yang ulang tahun usia produktif dan aksesnya menuju puskesmas masing-masing.
Kedua, cek kesehatan bagi anak sekolah. Konspenya berbeda pada CKG sebelumnya. Cek kesehatan anak sekolah dilakukan dengan sistem jemput bola. “Kami melaksanakan kegiatan di masing-masing sekolah dan kita program ini kita sudah launching bersama Dikes Provinsi NTB,” jelasnya.
Ketiga, sebut Emirald, cek kesehatan gratis di semua siklus di posyandu. Tenaga kesehatan dibantu kader posyandu melakukan pemeriksaan kesehatan bagi seluruh sasaran yang datang ke posyandu.
Mantan Wakil Direktur RSUD Kota Mataram menyebutkan, masyarakat yang telah mengakses program CKG kurang dari seribu orang. Paling minim adalah pro aktif dari masyarakat terutama yang ulang tahun.
Menurut dia, CKG merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto sangat bagus. Tujuannya adalah memetakan kondisi kesehatan masyarakat, sehingga database kondisi kesehatan masyarakat yang dimiliki menjadi acuan untuk penanganan melalui intervensi program. “Sekarang ini, penyakit masyarakat beralih sifatnya infeksius beralih ke regenerative akibat pola hidup dan pola makan sehingga perlu diantisipasi,” jelasnya.
Selain pemetaan kondisi kesehatan masyarakat lanjutnya, program CKG juga memperluas akses layanan kesehatan kepada masyarakat. Seluruh kondisi kesehatan masyarakat akan terdata dalam aplikasi satu sehat. (cem/*)



