Giri Menang (Suara NTB) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lombok Barat (Lobar) bersama Kementerian Lingkungan Hidup berupaya mengaktifkan kembali belasan TPS3R yang mangkrak. Pihak terkait mencari solusi Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) yang banyak mesinnya hilang tersebut bisa dioperasikan.
“Kalau TPS3R semua mangkrak, kami sudah koordinasi dengan Kementerian LH untuk reaktivasi (aktifkan kembali),” kata Kadis LH Lobar M Busyairi, Minggu, 12 Oktober 2025.
Dikatakan, kementerian LH rencananya akan mengaktifkan kembali TPS3R yang tersebar di wilayah Lobar. Pihaknya sudah berkomunikasi dengan Pusdal Kementerian LH yang turun pada Rabu pekan lalu.
Pihak kementerian berencana membangun TPS3R, namun pihaknya meminta agar jangan membangun lagi fasilitas TPS3R. Sebab yang ada saja masih mangkrak, sehingga pihaknya pun meminta agar TPS3R yang mangkrak ini diaktifkan kembali. “Daripada membangun tapi nanti mangkrak lagi kan, lebih baik yang ada ini diaktifkan kembali,”ujarnya.
Penyebab mangkraknya TPS3R ini, selain kepengurusannya yang harus diperkuat. Banyak juga TPS3R ini yang hilang mesinnya, seperti di Lembuak Narmada, mesin TPS3R nya hilang.
Untuk itulah, pihaknya berharap agar Kementerian LH bisa mengganti mesin TPS3R yang hilang ini. Pihak Pusdal Kementerian LH pun sudah memiliki data jumlah TPS3R dan kondisinya. Diketahui, terdapat 13 TPS3R yang dibangun di Lobar. Delapan unit kondisinya mati suri dan lima TPS3R yang dibangun di bawah tahun 2000 peralatannya sudah tidak ada, karena hilang dicuri.
Kalau dirata-ratakan anggaran pembangunan satu TPS3R Rp500 juta, maka belasan TPS3R tersebut menelan biaya Rp6-6,5 miliar. TPS-3R ini dibangun Pemprov NTB atau Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) NTB. Belum berfungsinya TPS3R ini dipicu sejumlah kendala, di antaranya dari internal pengurus Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dan peralatan yang hilang. (her)


