spot_img
Rabu, Februari 25, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMIpal Komunal Tuai Protes

Ipal Komunal Tuai Protes

RENCANA pembangunan instalasi pengolahan air limbah (Ipal) komunal di wilayah Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram menuai protes dari sejumlah warga Kelurahan Dayan Peken, Kecamatan Ampenan. Penolakan muncul usai sosialisasi yang dilakukan oleh pihak penanggung jawab proyek (PIC) di Aula Kantor Lurah Dayan Peken, yang turut dihadiri oleh kepala lingkungan (kaling), ketua RT, dan kader kelurahan beberapa waktu lalu.

Warga menyatakan keberatan terhadap rencana pemasangan pipa Ipal yang akan melintasi Jalan Saleh Sungkar, jalan utama di wilayah tersebut yang lokasinya tepat berada di depan rumah dan pertokoan warga.

Lurah Dayan Peken, Mujtahidin mengatakan, penolakan paling kuat datang dari warga yang memiliki usaha dan toko di sepanjang jalur tersebut. Pekerjaan penggalian dikhawatirkan akan merusak akses usaha dan infrastruktur rumah warga, serta mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.

“Warga keberatan karena pipa Ipal rencananya akan dipasang tepat di depan rumah dan toko mereka. Pekerjaan ini tentu membutuhkan penggalian di badan jalan yang bisa mengganggu aktivitas warga, apalagi bagi mereka yang punya usaha,” ujarnya, Selasa, 14 Oktober 2025.

Ia menambahkan, estimasi waktu pengerjaan yang mencapai hampir satu bulan semakin menambah kekhawatiran masyarakat. Pasalnya, kawasan Jalan Saleh Sungkar dikenal sebagai jalur utama dan pusat ekonomi lokal. Sehingga penutupan atau penggalian jalan berpotensi menimbulkan kerugian bagi pelaku usaha.

Mujtahidin juga menyebutkan bahwa sosialisasi terkait proyek Ipal komunal ini bukanlah yang pertama kali dilakukan. Sejak tahun 2019, upaya penyampaian informasi kepada masyarakat sudah beberapa kali dilakukan. Namun belum juga membuahkan kesepakatan, terutama dengan warga yang lahannya terdampak langsung.

“Memang sudah beberapa kali disosialisasikan, tapi sampai sekarang belum ada titik temu dengan warga. Yang terakhir kemarin, sebagian besar lingkungan tetap menolak, meski ada juga yang setuju,” jelasnya.

Meski demikian, pihak kelurahan tetap membuka ruang dialog agar solusi terbaik bisa dicapai. Mujtahidin berharap pelaksana proyek dapat mencari jalur alternatif pemasangan pipa yang tidak menimbulkan dampak besar terhadap aktivitas sosial dan ekonomi warga.

Sebagai tindak lanjut, lanjut Mujtahidin, dirinya bersama tujuh lurah lainnya yang wilayahnya akan dilintasi jalur IPAL dikumpulkan oleh Sekretaris Daerah Kota Mataram dalam sebuah rapat koordinasi di Ruang Kenari, Kantor Wali Kota Mataram, Selasa (14/10). Pertemuan tersebut bertujuan mencari solusi atas dinamika dan kendala yang muncul di lapangan. (pan)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO