Mataram (Suara NTB) – Tim Satuan Tugas (Satgas) Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram mengamankan sepuluh anak punk di kawasan Simpang Empat Sweta, pada Rabu, 15 Oktober 2025. Anak punk yang terdiri dari tujuh laki-laki dan tiga perempuan itu diamankan saat hendak mengamen di perempatan jalan yang padat kendaraan.
Pantauan Suara NTB di lokasi sekitar pukul 09.20 Wita, para anak punk tampak diarahkan petugas masuk ke mobil operasional Dinsos. Mereka mengenakan pakaian khas, seperti kaus robek, celana lusuh, rambut dicat mencolok, membawa alat musik seperti gitar, dan bahkan seekor anjing peliharaan.
Salah seorang anggota Satgas Dinsos Kota Mataram, Tini mengungkapkan, anak-anak punk tersebut diketahui berasal dari luar daerah, yakni Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Selain di Sweta, keberadaan mereka juga kerap ditemukan di simpang Rembiga dan simpang Pagesangan.
“Sudah beberapa kali ditertibkan, tapi masih ditemukan lagi. Kemarin mereka terlihat di Simpang Sweta, dan pagi ini ternyata masih ada. Jadi kami amankan kembali,” ujarnya.
Menurut Tini, aktivitas anak punk ini kerap meresahkan karena mengamen di lampu merah dan terkadang meminta uang secara paksa kepada pengendara.
“Penertiban ini juga untuk keselamatan mereka sendiri, supaya tidak membahayakan diri maupun pengguna jalan lain. Untungnya saat kami tertibkan, mereka cukup kooperatif,” tambahnya.
Ia menjelaskan, penertiban ini juga untuk keselamatan mereka sendiri, supaya tidak membahayakan diri maupun pengguna jalan lain. Untungnya saat kami tertibkan, mereka cukup kooperatif
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Sosial Kota Mataram, Lalu Samsul Adnan mengatakan, penertiban dilakukan sebagai respons cepat atas laporan warga yang merasa terganggu dengan aktivitas pengamen jalanan, khususnya dari kelompok punk.
“Kami menerima laporan dari masyarakat yang resah dengan keberadaan anak-anak punk ini. Maka kami kerahkan Satgas ke sejumlah titik yang sering dijadikan tempat mengamen,” ujarnya.
Samsul juga mengimbau masyarakat agar tidak memberikan uang kepada pengamen di jalan. Menurutnya, pemberian uang justru mendorong mereka untuk terus kembali ke jalan dan mengamen.
Ia memastikan, pihaknya akan terus melakukan patroli dan penertiban secara berkala untuk menciptakan suasana kota yang tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat. (pan)

