spot_img
Selasa, Januari 27, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMPR Besar Pemkot Mataram

PR Besar Pemkot Mataram

PERMASALAHAN sampah di Kota Mataram kian memprihatinkan. Minimnya fasilitas pengelolaan sampah dan keterbatasan armada pengangkut menyebabkan sebagian warga terpaksa membuang sampah di lahan kosong. Kondisi ini dinilai sebagai dampak dari kurang optimalnya kinerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta rendahnya alokasi anggaran untuk penanganan sampah.

Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram, Abd Rachman, SH., mengungkapkan bahwa fenomena penggunaan lahan kosong sebagai tempat pembuangan sampah liar bukanlah hal baru. Menurutnya, warga tidak memiliki banyak pilihan karena keterbatasan layanan pengangkutan sampah dan kurangnya tempat pembuangan sementara (TPS).

“Terkait warga yang kerap menggunakan lahan kosong sebagai tempat pembuangan sampah itu memang sudah lumrah, karena tidak ada pilihan lain lagi,” ujarnya kepada Suara NTB di Mataram, Rabu, 15 Oktober 2025.

Rachman menjelaskan bahwa armada pengangkut sampah milik DLH saat ini tidak mencukupi untuk menjangkau seluruh wilayah Kota Mataram. Selain itu, TPS yang ada juga banyak yang telah ditutup. Sementara itu, layanan pengangkutan sampah dengan sistem mobile hanya dilakukan dua kali sehari, yang dinilai tidak memadai.

“Daripada dibuang ke selokan, kali, atau sungai, warga akhirnya memilih lahan kosong sebagai alternatif,” tambahnya.

Situasi ini dinilai sebagai pekerjaan rumah besar bagi Pemkot Mataram. Mantan Wakil Ketua DPRD Kota Mataram ini menekankan bahwa masalah sampah adalah masalah mendasar yang harus ditangani dengan serius dan membutuhkan dukungan anggaran yang memadai.

“Ini merupakan PR pemerintah, bagaimana menyiapkan semua yang dibutuhkan untuk mengatasi masalah sampah ini. Karena warga masyarakat selain tidak punya pilihan lagi, ya mau bagaimana lagi,” jelasnya.

Komisi III pun mendorong agar Pemkot Mataram memberikan perhatian serius dalam penganggaran. Menurutnya, DLH perlu didukung dengan dana yang layak agar mampu menyelesaikan persoalan sampah secara menyeluruh.

“Kami dari Komisi III mendorong agar anggaran untuk Dinas Lingkungan Hidup menjadi prioritas. Kalau tidak ada dana yang cukup, mustahil permasalahan ini selesai,” katanya.

Ketua Fraksi partai Gerindra ini juga mengingatkan bahwa jika persoalan ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin akan menjadi masalah yang lebih besar di masa mendatang. Sampah, kata dia, adalah masalah harian yang dihasilkan oleh setiap rumah tangga dan individu.

“Kalau tidak segera diatasi, permasalahan ini akan membesar. Karena sampah itu wajib ada di setiap rumah tangga, bahkan setiap orang,” tegasnya.

Untuk itu, Rachman mendorong adanya langkah strategis dan inovatif dari DLH. Namun, langkah tersebut juga harus ditunjang dengan ketersediaan anggaran yang cukup. “Kalau tidak ada inovasi dari DLH dan tidak ditunjang anggaran memadai, ya tidak akan selesai. Harapannya, Pemkot Mataram bisa mengurangi anggaran-anggaran yang tidak mendesak dan fokus ke penanganan sampah,” pungkasnya. (fit)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO