spot_img
Sabtu, Januari 31, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMIzin Faskes dan Distributor Alkes Terancam Dicabut

Izin Faskes dan Distributor Alkes Terancam Dicabut

Mataram (Suara NTB) – Dinas Kesehatan bersama Polresta Mataram, menelusuri pelaku pembuangan alat kesehatan kedaluwarsa di saluran di Lingkungan Gebang, Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram. Jika pelakunya berasal dari fasilitas kesehatan (Faskes) atau distributor alat kesehatan (Alkes), maka terancam akan dicabut izin operasionalnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Emirald Isfihan mengatakan, pihaknya bersama Polresta Mataram sedang menelusuri pelaku serta motif dibuangnya alat kesehatan habis pakai tersebut. Tindakan itu ditengarai adanya unsur kesengajan atau tidak sedang didalami. Penyelidikan sepenuhnya diserahkan ke aparat kepolisian. “Polres Mataram mulai menyelidiki,” terang Emirald ditemui pada, Jumat, 17 Oktober 2025.

Apabila pelaku telah ditemukan serta motifnya melakukan perbuatan tersebut. Emirald memastikan akan mengenakan sanksi bagi pelaku. Jika pelakunya adalah fasilitas kesehatan ataupun distributor alat kesehatan, maka akan dicabut izin operasionalnya. “Iya, bisa saja kita tutup usahanya, karena ranahnya pidana,” tegasnya.

Aparat kepolisian sedang mencari rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian. Informasi dari warga bahwa alat kesehatan itu dibuang dua pekan lalu.

Potensi pencemaran lingkungan yang disebabkan dari kejadian tersebut. Emirald menegaskan, petugas tidak menemukan limbah alat kesehatan melainkan alat kesehatan kedalurwarsa. Artinya, resiko pencemaran sungai dari alat kesehatan kedaluwarsa sangat kecil.

Sungai itu kata dia, sebenarnya tercemar karena menjadi lokasi pembuangan limbah rumah tangga dan lain sebagainya. Kendati demikian, pihaknya akan memeriksa sampel air untuk memastikan apakah terjadi pencemaran atau sebaliknya. “Kalau sungai di sana sudah tercemar bukan dari alat kesehatan itu. Tetapi kita akan pastikan melalui pemeriksaan laboratorium,” pungkasnya.

Mantan Wakil Direktur RSUD Kota Mataram (sekarang RS. H. Moh. Ruslan,red) menunggu hasil penyelidikan dari Polresta Mataram. Pihaknya berharap ada titik terang dari temuan tersebut, sehingga pelakunya mendapatkan efek jera. (cem)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO