Kota Bima (Suara NTB) – Hampir sembilan tahun berlalu sejak banjir bandang besar melanda Kota Bima pada Desember 2016. Luka dan kerugian akibat bencana itu masih membekas dalam ingatan warga. Ribuan rumah hanyut, lahan pertanian rusak, hingga fasilitas umum lumpuh total. Sejak saat itu, komitmen membangun sistem pengendalian banjir menjadi agenda utama Pemerintah Kota (Pemkot) Bima sebagai upaya untuk bangkit dari masa kelam tersebut.
Kini, upaya itu memasuki babak baru melalui program National Urban Flood Resilience Project (NUFReP), hasil kerja sama antara Pemkot Bima dan Bank Dunia. Program ini digadang menjadi tonggak penting dalam mewujudkan “Kota Bima Tangguh Banjir”. Melalui proyek ini, Pemkot berupaya tidak hanya memperkuat infrastruktur fisik, tetapi juga meningkatkan kesiapsiagaan dan ketahanan masyarakat terhadap risiko bencana banjir yang kerap mengintai wilayah perkotaan.
Penjabat Sekda (Pj.) Kota Bima, Hj. Mariamah, S.H., menegaskan pentingnya keberlanjutan proyek ini untuk memperkuat sistem infrastruktur dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap risiko banjir. “Kota Bima pernah terdampak banjir parah pada tahun 2016. Karena itu, keberadaan proyek NUFReP ini sangat dirasakan manfaatnya. Kami berterima kasih kepada pihak Bank Dunia, BWS, dan seluruh pelaksana proyek yang berkontribusi besar,” ujarnya di Bima, Selasa (21/10/2025).
Program NUFReP akan berlangsung hingga tahun 2028 dengan berbagai pekerjaan strategis. Di antaranya normalisasi sungai, pembangunan enam saluran drainase primer di 12 kelurahan, serta pembangunan kolam retensi di sejumlah wilayah rawan genangan seperti Penatoi, Melayu, dan Rabadompu. Seluruh kegiatan tersebut diharapkan menjadi sistem terpadu yang mampu mengurangi potensi banjir di kawasan padat penduduk.
Sekda Mariamah menekankan pentingnya sinergi lintas sektor agar proyek NUFReP berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan tepat sasaran. Ia juga berharap dukungan masyarakat terhadap pembangunan kolam retensi dan proses pembebasan lahan terus meningkat. “Kami ingin tahun 2026 menjadi momentum untuk memperlihatkan hasil nyata dari kerja sama ini. Infrastruktur yang dibangun harus berfungsi optimal dan benar-benar melindungi warga dari banjir,” tandasnya.
Melalui program NUFReP, Kota Bima bertekad melangkah dari masa lalu yang penuh duka menuju masa depan yang lebih tangguh, bersih, dan berdaya tahan terhadap bencana. (hir)



