DINAS Kesehatan (Dikes) Kota Mataram berencana membuka layanan poliklinik umum pada sore hari di 11 puskesmas yang tersebar di wilayah Kota Mataram. Program ini digagas sebagai langkah inovatif untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, terutama bagi warga yang tidak sempat berobat pada pagi hari karena kesibukan bekerja.
Layanan sore ini akan difokuskan pada pelayanan umum dasar, seperti pemeriksaan kesehatan ringan, konsultasi dokter umum, serta pemberian obat sesuai kebutuhan pasien. Diharapkan, kebijakan ini mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan yang lebih fleksibel.
Menanggapi kebijakan tersebut, anggota Komisi IV DPRD Kota Mataram, Muhammad Al Hariri, S.Pd.I, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Dinas Kesehatan. Ia menilai program tersebut sebagai bentuk inovasi pelayanan publik yang berpihak kepada masyarakat.
“Kami sangat mendukung program inovatif yang akan dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan melalui seluruh puskesmas di Kota Mataram. Programnya harus pro rakyat dan tidak bertentangan dengan tugas dasar fasilitas kesehatan sebagai garda depan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perorangan,” ujarnya, Kamis, 23 Oktober 2025.
Meski demikian, Hariri mengingatkan agar layanan puskesmas pada pagi hingga siang hari tetap berjalan optimal dan tidak terganggu oleh adanya program baru tersebut. Ia juga meminta agar unit gawat darurat (UGD) 24 jam tetap diaktifkan dan diawasi secara ketat.
“Layanan pagi sampai siang jangan kendor. UGD 24 jam harus diaktifkan dan dikontrol. Selain itu, program ini harus disosialisasikan secara masif kepada masyarakat, baik mengenai model, teknis, maupun aturan pelaksanaannya,” tegasnya.
Politisi PPP ini juga menyoroti perlunya perencanaan matang dalam penyediaan tenaga medis, mengingat masyarakat tidak hanya membutuhkan layanan umum, tetapi juga kerap membutuhkan konsultasi dengan dokter spesialis.
Biasanya yang disediakan hanya layanan umum, padahal masyarakat sering juga membutuhkan layanan dari dokter spesialis. ‘’Hal ini juga perlu diperhitungkan agar program tidak berhenti di atas kertas,” tambahnya.
Anggota dewan dari daerah pemilihan Sandubaya ini berharap, dengan adanya layanan poliklinik sore, tingkat kunjungan masyarakat ke puskesmas dapat meningkat, sekaligus membantu menekan angka pasien yang menumpuk di pagi hari. Selain itu, program ini juga diharapkan menjadi inovasi berkelanjutan yang memperkuat peran puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama yang responsif dan adaptif terhadap kebutuhan warga. (fit)


