Sumbawa Besar (suarantb.com) – Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori berkomitmen untuk terus memaksimalkan keberadaan bank sampah untuk menekan produksi sampah di masyarakat yang saat ini mencapai 105 ton per hari.
“Pengendalian sampah yang kita lakukan saat ini baru mencapai 5 persen. Kami juga akan mendorong pembentukan tim teknis khusus yang akan mengelola sampah secara terpadu dan berkelanjutan,” kata Ansori, Senin (27/10/2025).
Haji Ansori melanjutkan, persoalan sampah tidak boleh dianggap remeh. Karena produksi sampah dilakukan sejak bangun tidur hingga tidur lagi, selalu menghasilkan sampah. Sampah bukan sekadar urusan kebersihan, tetapi menyangkut kesehatan, lingkungan, bahkan masa depan.
“Kami akan turun langsung memantau progres di lapangan dan sampah harus dikelola setiap hari, baik di rumah tangga, sekolah, maupun perkantoran,” ucapnya.
Ansori turut mengingatkan dampak buruk sampah terhadap kesehatan dan potensi terjadinya banjir akibat saluran air yang tersumbat. “Saya ingin melihat Sumbawa bersih, sehat, dan masyarakatnya maju, unggul, serta sejahtera. Pulang dari sini, kita semua harus langsung bekerja,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Pengendali Lingkungan Hidup Bali dan Nusa Tenggara, Ni Nyoman Santi meminta agar pemerintah menyiapkan strategi penguatan Bank Sampah. Hal itu dilakukan sebagai solusi pengelolaan sampah berbasis masyarakat sekaligus menekan produksi sampah.
“Sumbawa memiliki potensi besar untuk mencapai target nasional pengelolaan sampah sebesar 51,2 persen pada akhir tahun 2025 dan menuju 100 persen pada 2026. Sehingga peran bank sampah harus dimaksimalkan,” ujarnya.
Ia melanjutkan, berdasarkan data jumlah timbulan sampah mencapai 77 ribu ton per tahun. Sekitar 60 hingga 70 persen di antaranya merupakan sampah organik yang sebenarnya mudah diolah menjadi kompos.
“Saat ini baru sekitar 5 persen sampah yang tertangani secara terpola. Karena itu, optimalisasi Bank Sampah menjadi langkah penting dalam memperkuat pengelolaan sampah non-organik,” ucapnya.
Ni Nyoman Santi juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat. Ia pun turut mendorong agar sekolah dan rumah tangga bisa menjadi garda terdepan dalam menumbuhkan kesadaran memilah dan mengelola sampah sejak dini.
“Banyak Bank Sampah yang sudah terbentuk, tapi belum berjalan optimal. Maka, dukungan dan arahan dari pemerintah daerah sangat dibutuhkan agar program ini bisa berkelanjutan,” tukasnya. (ils)


