Mataram (Suara NTB) – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Mataram terus berupaya membangun budaya positif dan produktif siswa-siswinya. Beragam program telah dilakukan, salah satunya melalui program literasi.
Program literasi telah menjelma menjadi kegiatan unggulan di sekolah yang berada di Jalan Raden Mas Panji Anom, Dasan Cermen itu. Setiap bulan pada minggu kesatu dan ketiga, siswa didorong untuk membaca selama 30 menit sebelum memasuki kelas pertama.
Koordinator Literasi, SMAN 4 Mataram, Ni Komang Purnawati, beberapa waktu lalu mengungkapkan alasan pihaknnya menjadikan literasi sebagai program unggulan.
“Literasi menjadi salah satu program unggulan sekolah karena sekolah menyadari tanpa budaya literasi yang kuat tidak akan mampu membangun SDM yang unggul, cerdas berkarakter dan berdaya saing global,” katanya.
Menurutnya, antara proses pembelajaran di dalam kelas dan aktivitas literasi tidak dapat dipisahkan. “Literasi menjadi dasar dari seluruh proses pembelajaran,” ujarnya.
Bagi SMAN 4 Mataram, kegiatan belajar tidak selalu berarti hanya ketika berada di dalam kelas dan terhenti ketika siswa keluar dari lingkungan sekolah.
“Tujuan dari program ini adalah menumbuhkan budaya membaca dan menulis, mendorong para siswa menjadi pembelajar sepanjang hayat, mewujudkan pelajar yang literat,” terang Komang.
Dalam mewujudkan tujuan itu, terus berupaya melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak. Kendati demikian, kata Komang, pihaknya saat ini sedang dihadapkan dengan sejumlah tantangan di antaranya, minat siswa terhadap literasi terbilang masih kurang. Kemudian ketersediaan bahan bacaan yang minim.
“Semoga dengan kolaborasi semua warga sekolah mampu menyukseskan program literasi menuju SMAN 4 Mataram yang literat,” tandasnya. (sib)



