Mataram (suarantb.com) – Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) NTB memperkenalkan sistem pembinaan baru bagi warga binaan yang diberi nama Warna Pas Academy. Program ini diluncurkan saat kegiatan Car Free Day (CFD) di Mataram, Sabtu (2/11/2025).
Kepala Kanwil Ditjenpas NTB, Anak Agung Gde Krisna mengatakan, Warna Pas Academy merupakan program baru dalam pembinaan yang dirancang agar warga binaan tidak lagi kesulitan saat kembali ke masyarakat.
“Selama ini mereka dilatih di dalam lapas, tapi setelah keluar bingung karena tidak punya pekerjaan lagi. Lewat Warna Pas Academy, pembinaan dilakukan dengan sistem pembelajaran yang terukur dan berkelanjutan,” ujarnya
Warna Pas Academy kata dia, akan menerapkan sistem e-learning. Program ini telah disusun dengan kurikulum dan modul berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker).
“Kami juga sudah melakukan penandatanganan MoU dengan para profesor, rektor, dan dekan, agar pembinaan ini berbasis pendidikan dan terukur,” jelasnya.
Melalui pembinaan ini, warga binaan diharapkan memperoleh sertifikat kompetensi sesuai bidang pelatihan.
“Kalau sukses di NTB, program ini akan menjadi pilot project dan akan diterapkan di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Ia pun berharap masyarakat dapat memahami dan mendukung program baru pembinaan warga binaan itu.
“Harapannya, setelah keluar mereka bisa berpartisipasi kembali di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Terpisah, Rektor Universitas Mataram, Prof. Ir. Bambang Hari Kusumo menyambut baik kerja sama Kanwil Ditjenpas NTB dengan pihaknya.
“Mereka ini anak bangsa yang juga punya kontribusi bagi kemajuan negara. Unram siap berkontribusi untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka (warga binaan),” kata Bambang.
Menurutnya, warga binaan bukan semata-mata kelompok tanpa pendidikan, melainkan banyak yang memiliki latar belakang terdidik dan potensi besar.
“Setiap manusia punya potensi dan kemampuan untuk mandiri. Ada yang bisa bermusik, bernyanyi, atau membuat karya lain. Jadi kita harus optimis, mereka bisa kembali ke masyarakat dengan kondisi yang lebih baik,” sebutnya.
Bambang juga menegaskan, Unram siap membantu memasarkan produk-produk hasil karya warga binaan yang memiliki nilai jual.
“Kalau produk mereka layak dan butuh dukungan pemasaran, kami siap membantu,” tandasnya. (mit/*)

