spot_img
Senin, Februari 16, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK UTARADua Hari Pencarian, Pelajar Terseret Air Bah Ditemukan Meninggal Dunia

Dua Hari Pencarian, Pelajar Terseret Air Bah Ditemukan Meninggal Dunia

Tanjung (Suara NTB) – Pelajar SMA Kelas 1, Arga Maulana Hidayatullah, ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, Senin, 3 November 2025. Jasad pelajar berusia 16 tahun asal Dusun Tembobor, Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung tersebut, diketahui hanyut terseret air bah saat menikmati waktu libur di Air Terjun Sekoah, Dusun Leong Timur, Desa Tegal Maja bersama sejumlah rekannya pada Minggu, 2 November 2025.

Koordinator Unit Siaga SAR Bangsal, I Gusti Komang Aryadana, Senin kemarin mengatakan, pencarian korban hanyut kembali dilanjutkan pada hari kedua – Senin. Strategi pencarian difokuskan pada penyisiran aliran sungai dan area di sekitar air terjun tempat korban terakhir terlihat.

“Memasuki hari kedua, kami kembali menyisir aliran sungai dari air terjun Sekoah, sebagaimana yang telah kami lakukan sebelumnya,” ujar Aryadana.
Setelah melakukan pencarian intensif selama dua hari, Tim SAR gabungan akhirnya menemukan jasad korban dalam keadaan tak bernyawa. Korban ditemukan di aliran sungai air terjun tersebut pada Senin sekitar pukul 09.55 WITA.

“Lokasi penemuan berjarak kurang lebih 3,3 kilometer dari titik awal korban terseret arus,” tambahnya.

Aryadana melanjutkan tim SAR gabungan fokus menyisir aliran sungai dan area di sekitar air terjun. Berkat kerja keras dan sinergi tim, korban akhirnya ditemukan. Korban selanjutnya dievakuasi dan dipulangkan kepada keluarganya untuk dimakamkan.

Sebelumnya, Kantor SAR Mataram menerima laporan kehilangan korban pada hari Minggu, 2 November 2025. Arga yang beralamat di Dusun Tembobor, Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung, dilaporkan terseret arus pada Minggu siang.

Kejadian naas tersebut terjadi saat ia sedang mandi bersama rekan-rekannya.
Debit air secara tiba-tiba meningkat drastis menjadi air bah akibat hujan di bagian hulu sungai. Arus yang sangat deras membuat rekan-rekan korban tidak berhasil memberikan pertolongan, dan insiden ini segera dilaporkan kepada pihak berwajib.

Menanggapi laporan tersebut, Kantor SAR Mataram segera merespons dengan memberangkatkan Tim Rescue dari Unit Siaga SAR Bangsal. Turut melibatkan sejumlah unsur potensi di Lombok Utara, di antaranya Pos AL Bangsal, Koramil Tanjung, Dinsos, Polair Polda NTB, Polair Polres KLU, BPBD KLU, PMI KLU, Share Love, Barasiaga, Sabhara Polres Lotara, Polsek Tanjung, Damkar KLU, Rimba Raya Bentek, masyarakat setempat, dan pihak terkait lainnya.

Sementara, Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta, S.I.K., melalui Kapolsek Tanjung, AKP Remanto, S.H., menguatkan proses pencarian dilakukan secara intensif oleh tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Tanjung, Polres Lombok Utara, TNI, BPBD, Basarnas, Damkar, Satpol PP, serta masyarakat setempat.

“Sejak laporan pertama diterima, tim langsung bergerak cepat melakukan pencarian di sepanjang aliran Sungai Lokok Sekoah hingga wilayah hilir. Korban akhirnya ditemukan tersangkut di pohon yang berada di aliran Sungai Sidempel,” kata Remanto.

Berdasarkan keterangan saksi, sambung Kapolsek, kejadian berawal saat korban bersama lima teman sekolahnya berkunjung ke lokasi Air Terjun Sekoah untuk berwisata. Saat sedang bermain air, tiba-tiba datang arus deras yang menyeret korban. Salah satu saksi sempat berusaha menolong, namun arus kuat kembali datang hingga korban terlepas dan hanyut terbawa arus.

Setelah ditemukan, korban dievakuasi oleh tim gabungan menuju mobil ambulans RSUD Lombok Utara di Dusun Sumur Duyung, Desa Tegal Maja, untuk pemeriksaan medis awal sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. Selanjutnya, pada pukul 12.00 Wita, jenazah korban tiba di rumah duka dalam keadaan aman dan situasi terkendali.

Remantodngakui, pihaknya telah menerima laporan pengaduan resmi dari orang tua korban dan akan melakukan langkah-langkah penyelidikan guna memastikan kronologis dan faktor penyebab peristiwa tersebut.

AKP Remanto juga mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi bahaya saat beraktivitas di area sungai atau air terjun, terlebih saat musim penghujan di mana intensitas arus air meningkat secara tiba-tiba. (ari)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO