Selong (Suara NTB) – Dalam upaya memperkuat capaian Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM), Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Lombok Barat melakukan kunjungan kerja ke DPK Kabupaten Lombok Timur, Senin (3/11/2025).
Kepala DPK Lombok Barat, Drs. H. M. Fajar Taufik, M.Ed., hadir bersama Sekretaris, Kasubag Umum dan Kepegawaian, serta dua tenaga fungsional. Rombongan diterima langsung oleh Kepala DPK Lombok Timur, Dr. H. Mugni, M.Pd., bersama jajaran pejabat eselon III di ruang kerja kepala dinas.
Dalam sambutannya, H. Fajar Taufik menyampaikan bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk menjalin silaturahmi sekaligus memperkuat kerja sama dalam peningkatan kinerja dua indikator utama DPK, yakni IPLM dan TKM.
“Perpustakaan Nasional saat ini tengah melaksanakan survei IPLM dan TKM hingga 30 November 2025. Kami ingin belajar dari DPK Lombok Timur tentang strategi dan langkah konkret dalam menghadapi dua survei penting ini,” ujar H. Fajar Taufik.
Ia menjelaskan, di Lombok Barat progres TKM sudah cukup baik, namun pengisian instrumen IPLM masih tergolong lambat karena prosesnya dilakukan langsung oleh lembaga-lembaga perpustakaan seperti sekolah, kampus, dan perpustakaan umum melalui tautan survei yang diberikan Perpusnas.
Menanggapi hal tersebut, Kadis DPK Lombok Timur, Dr. H. Mugni, M.Pd., memaparkan langkah-langkah yang telah ditempuh pihaknya. DPK Lotim turun langsung ke sekolah, madrasah, dan perguruan tinggi untuk sosialisasi serta penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama literasi.
Lembaga pendidikan yang telah menandatangani MoU kemudian diminta untuk mengisi tautan survei IPLM dari Perpusnas. Selain itu, sekolah dan kampus tersebut juga mendapatkan keuntungan berupa layanan prioritas seperti perpustakaan keliling, peminjaman buku kolektif, dan bimbingan literasi.
Adapun untuk survei TKM, setiap pengunjung perpustakaan di Lombok Timur diwajibkan mengisi tautan survei. Target minimal 400 responden telah terpenuhi pada 31 Oktober 2025, dan DPK Lotim berkomitmen terus menggenjot partisipasi masyarakat selama November guna memperoleh hasil maksimal.
Dalam kesempatan itu, Dr. Mugni juga memaparkan inovasi kebijakan DPK Lombok Timur. “Sejak Mei 2025 kami menerapkan kebijakan ‘MAPUSTAKAKI’ (Masuk Perpustakaan Tanpa Alas Kaki) dan layanan enam hari kerja untuk memperluas akses masyarakat. Ini terbukti meningkatkan kunjungan dan minat baca masyarakat Lombok Timur,” ungkapnya.
DPK Lombok Timur, yang merupakan perangkat daerah Tipe A, memiliki 60 pegawai, terdiri atas 28 ASN dan 32 calon P3K paruh waktu, dengan empat bidang utama: tiga bidang perpustakaan dan satu bidang penyelenggaraan kearsipan.
Bidang kearsipan, lanjutnya, terus melakukan pembinaan dan penerapan aplikasi SRIKANDI di seluruh perangkat daerah dengan target semua instansi menggunakan Tanda Tangan Elektronik (TTE). DPK juga tengah menyiapkan pembangunan Record Center sebagai model pengelolaan arsip daerah.
Kunjungan kerja tersebut diakhiri dengan sesi diskusi hangat, foto bersama, dan ajakan dari Kadis DPK Lombok Barat agar DPK Lombok Timur melakukan kunjungan balasan ke Lombok Barat.
Menutup pertemuan, Dr. Mugni memperkenalkan Salam Literasi khas DPK Lombok Timur: “4M — Membaca, Mengulang, Menghafal, Menulis.”
“Semoga kerja sama ini menjadi langkah bersama dalam membangun masyarakat literat di Nusa Tenggara Barat,” demikian ujarnya.(rus)



