Mataram (suarantb.com) – Universitas Mataram (Unram) menyelenggarakan Orasi Ilmiah Rapat Terbuka Senat dalam rangka Dies Natalis ke-63. Acara ini berlangsung di Ruang Sidang Senat, Rabu (5/11/2025). Mengusung tema “Bertransformasi Menjadi World Class University untuk Indonesia Emas”, acara ini menjadi momentum pernyataan komitmen Unram dalam menghadapi tantangan global pendidikan tinggi.
Rapat dibuka secara resmi oleh Ketua Senat Unram, Dr. Ir. Sukartono, M.Agr. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Rektor Unram, Prof. Ir. Bambang Hari Kusumo, M.Agr.St., Ph.D. Dalam kesempatan ini beliau menyampaikan refleksi atas perjalanan Unram selama 63 tahun. Beliau juga membahas capaian strategis yang telah diraih, serta arah pengembangan institusi ke depan dalam menghadapi tantangan global dan transformasi pendidikan tinggi.
“Unram telah mencapai usia ke-63, sebuah perjalanan panjang yang menunjukkan pertumbuhan dan transformasi luar biasa. Dari masa kepemimpinan rektor pertama hingga hari ini, Unram telah berkembang menjadi perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing. Hal ini berlaku baik di tingkat nasional maupun internasional. Capaian ini tentu bukan hasil kerja satu atau dua generasi saja, tetapi buah dari komitmen kolektif seluruh civitas akademika dan para pendahulu. Mereka telah meletakkan pondasi kuat bagi universitas ini,” ujar Rektor Unram.

Ia juga menegaskan bahwa Unram kini berada dalam fase percepatan menuju perguruan tinggi bereputasi internasional. Ia pun menekankan pentingnya menghadirkan inovasi yang tidak berhenti pada publikasi. Inovasi tersebut harus memberi manfaat pada masyarakat melalui riset, pendampingan kebijakan, dan penguatan ekosistem keilmuan.
“Unram bukan hanya rumah ilmu, tetapi rumah solusi. Kampus harus hadir di tengah masyarakat, dunia industri, dan ruang kebijakan. Itulah makna transformasi perguruan tinggi hari ini,” tegasnya.
Unram Membentuk Identitas NTB
Turut hadir memberikan sambutan, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, S.IP., M.Si., menyampaikan ucapan selamat sekaligus refleksi personal terhadap perjalanan Unram. Ia menegaskan bahwa kontribusi kampus tidak hanya akademik, tetapi telah membentuk identitas dan reputasi NTB di tingkat nasional.
Gubernur NTB menyampaikan apresiasi khusus atas keterlibatan para guru besar Unram. Mereka terlibat dalam berbagai kebijakan pembangunan daerah, mulai dari sektor pertanian, energi, hingga tata kelola kepulauan.
“Saya tidak ingin menjadi pemerintah yang mengabaikan para ilmuwan. Karena itu, sejak awal kami melibatkan kampus dalam proses pengambilan keputusan. Banyak capaian NTB hari ini yang merupakan hasil kerja bersama pemerintah dan Unram,” ujarnya.
Rangkaian Dies Natalis ke-63 ini turut menghadirkan Orasi Ilmiah yang disampaikan oleh Pungkas Bahjuri Ali, STP, MS., Ph.D., Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Bappenas RI. Orasi itu berjudul “Transformasi Pembangunan Nasional Berbasis Riset: Sinergi Pemerintah dan Perguruan Tinggi Mewujudkan Kedaulatan Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.”
Dalam orasinya, ia menekankan bahwa riset bukan lagi aktivitas akademik semata. Riset kini berperan sebagai instrumen kebijakan publik dan fondasi pembangunan negara. Ini terutama dalam kemandirian pangan dan industrialisasi berbasis ilmu pengetahuan.
Kegiatan Orasi Ilmiah pada Rangkaian acara Dies Natalis ke-63 ini ditutup dengan pemberian piagam penghargaan kepada para dosen dan tendik. Penghargaan diberikan kepada mereka yang telah menyelesaikan pendidikan program Magister dan Doktoral.
Dengan ini, Unram menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran sebagai perguruan tinggi berdaya saing global. Dengan usia ke-63, Unram memasuki babak baru transformasi akademik menuju World Class University sekaligus mempertegas kontribusinya dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. (ron/*)



