Taliwang (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus berupaya menjaga stabilitas harga pangan guna mengendalikan inflasi. Salah satu harga bahan pokok yang jadi fokusnya adalah jenis beras premium.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) KSB, Amin Sudiono mengatakan, berdasarkan data inflasi bulanan daerah, untuk harga beras premium di KSB masih terhitung tinggi. Di mana nilai jualnya pada tingkat pengecer melebihi batas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. “Kalau beras medium stabil. Tapi yang premium ini data inflasi kita hitungannya sangat tinggi sehingga perlu kita tekan,” katanya, Senin (10/11).
Di pasaran saat ini, harga sejumlah merek beras premium pada kisaran Rp15.200 hingga Rp15.500 per kilogram. Harga itu sudah terlalu jauh melampaui HET yang dipatok pemerintah yakni sebesar Rp14.900 per kilogram. “Itu harga beras premium di tingkat pengecer,” sebut Amin.
Untuk mengendalikan harga beras premium itu, dikatakan Amin, pihaknya telah berkomunikasi dengan para pengusaha pemasok. Dalam komunikasinya itu, DKP KSB mengimbau agar para pengusaha mematuhi nilai penjualan beras premium yang ditetapkan pemerintah. “Harapannya agar sampai ke tangan masyarakat sebagai konsumen itu senilai Rp14.900 atau sesuai HET,” urainya.
Agar harga beras premium tersebut stabil, pemerintah sebenarnya dapat melakukan intervensi dalam bentuk subsidi. Namun bentuknya terbatas dan tidak langsung mengintervensi pada harga beras. “Kita bisa subsidi misalnya untuk ongkos pengangkutan. Itu pun tidak bisa 100 persen,” tukasnya seraya menambahkan skema subsidi itu tetap perlu dikoordinasikan dengan para pengusaha.
Selanjutnya ditanya mengenai harga komoditas lainnya. Amin menyebut berdasarkan data inflasi daerah hampir sama dengan kondisi nasional. Beberapa jenis bahan pokok di KSB mengalami lonjakan. Namun relatif belum mempengaruhi tingkat daya beli masyarakat.
“Fluktuasi harga di pasar untuk bahan-bahan pokok tetap terjadi. Ya itu biasa karena ada beberapa faktor umum yang mempengaruhinya. Misalnya distribusi, barang yang terbatas, itu saja yang mempengaruhinya,” pungkasnya. (bug)

