spot_img
Selasa, Februari 17, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA BIMAPemkot Bima Siagakan 935 Personel Hadapi Puncak Musim Hujan

Pemkot Bima Siagakan 935 Personel Hadapi Puncak Musim Hujan

Kota Bima (Suara NTB) – Pemerintah Kota (Pemkot) Bima memperkuat kesiapsiagaan menghadapi puncak musim hujan yang diprediksi berlangsung hingga Februari 2026. Sebanyak 935 personel dari berbagai unsur telah dikonsolidasikan untuk memastikan respons cepat terhadap potensi banjir, longsor, maupun angin kencang.

Kepala Dinas Kominfotik Kota Bima, Muhammad Hasyim, menjelaskan bahwa BMKG memprediksi curah hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang sepanjang November 2025–Februari 2026. Ia mengingatkan bahwa pengalaman banjir besar pada 2006 dan 2016 menjadi pelajaran penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

“Kita semua tentu tidak ingin banjir bandang kembali terulang. Karena itu kesiapsiagaan harus ditingkatkan. Mau tidak mau, suka tidak suka, semua komponen harus siap,” ujarnya, Jumat (14/11/2025).

Menurut Hasyim, Pemkot juga tengah menyiapkan peningkatan status darurat kebencanaan melalui keputusan Wali Kota. Dua dapur umum induk, stok logistik, obat-obatan, hingga layanan cepat dari berbagai unsur telah disiapkan. Sistem informasi satu pintu di bawah koordinasi BPBD juga mulai diberlakukan untuk mencegah simpang siur informasi kepada masyarakat.

Rapat koordinasi siaga bencana yang dipimpin Pj. Sekda Kota Bima, Hj. Mariamah, di halaman Kantor BPBD Kota Bima melibatkan 42 unsur mulai dari TNI, Polri, BMKG, Bulog, PLN, Pertamina, Dinas Sosial, Dikes, Satpol PP, Damkar, Dishub, DKP, Pertanian, PUPR, Perkim, Kominfotik, organisasi profesi kesehatan, akademisi, hingga relawan.

Pj. Sekda Mariamah menegaskan bahwa hujan deras yang memicu banjir di sejumlah kelurahan beberapa hari terakhir menjadi alarm serius bagi pemerintah dan masyarakat. “Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian itu mengingatkan kita bahwa ancaman bencana masih nyata. Musim hujan mulai intens, sehingga kesiapsiagaan seluruh unsur tidak bisa ditunda,” ujarnya, Jumat (14/11/2025).

Ia menambahkan bahwa apel siaga dan simulasi bencana bukan sekadar agenda rutin, tetapi bentuk konkret kesiapan teknis setiap instansi untuk menghadapi potensi bencana secara terpadu. Pemkot juga meminta seluruh unsur untuk meninjau ulang kesiapan logistik dan peralatan, mulai dari tenda pengungsian, perahu evakuasi, dapur umum, sarana komunikasi darurat hingga kesiapan petugas lapangan.

Pada 19 November 2025, Pemkot Bima akan menggelar apel siaga dan simulasi bencana dengan melibatkan 935 personel dari TNI, Polri, perangkat daerah, hingga relawan. “Tujuannya mempercepat respons penanggulangan bencana,” tutup Hasyim. (hir)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO