spot_img
Selasa, Februari 17, 2026
spot_img
BerandaEKONOMIJadi Pusat Pergerakan Modal di NTB, KSB Perkuat Posisi Magnet Investasi

Jadi Pusat Pergerakan Modal di NTB, KSB Perkuat Posisi Magnet Investasi

Mataram (suarantb.com) – Realisasi investasi di NTB di triwulan III Tahun 2025 hampir menyentuh Rp49 triliun atau sekitar 80,18 persen dari target Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM) yang mencapai Rp61,09 triliun. Realisasi investasi tertinggi tercatat di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dengan total Rp15,65 triliun, disusul oleh Kabupaten Lombok Tengah sebesar Rp2,36 triliun, dan Kabupaten Lombok Utara sebesar Rp489 miliar.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, Irnadi Kusuma menyatakan, sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih menjadi penyumbang terbesar dengan nilai investasi mencapai Rp 16,29 triliun.

Posisi kedua ditempati oleh sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebesar Rp1,26 triliun, diikuti sektor perindustrian sebesar Rp 955 miliar.

“Jika dihitung dari Periode Juli-September 2025, nilai investasi yang berhasil direalisasikan di Provinsi NTB mencapai Rp 20,17 triliun, menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode sebelumnya,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Di samping itu, serapan tenaga kerja dari kegiatan investasi hingga September 2025 mencapai 4.686 tenaga kerja Indonesia (TKI) yang tersebar di berbagai sektor dan kabupaten/kota di NTB.

Selain itu, terdapat 230 tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di NTB, terutama pada sektor-sektor yang membutuhkan keahlian teknis dan profesional khusus, dengan tetap mengikuti regulasi ketenagakerjaan yang berlaku.

“Kita terus memperkuat pelayanan perizinan berbasis OSS RBA, mendorong kemudahan berusaha, serta memperluas promosi potensi unggulan daerah. Harapannya, target investasi tahun 2025 sebesar Rp 61,09 triliun dapat tercapai bahkan terlampaui,” lanjutnya.

Meski investasi telah menyentuh 80 persen lebih, NTB mengalami sejumlah kendala dan percepatan investasi. Di antaranya yaitu status kawasan konservasi Gili Trawangan yang tak kunjung berubah menjadi Areal Penggunaan Lain (APL).

Dari data yang dihimpun, selama lima tahun terakhir, KSB memang konsisten menjadi tujuan utama investor, terutama karena aktivitas tambang PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) yang terus berkembang dan ikut menggerakkan sektor lain di sekitarnya.

Kepala Bappeda Provinsi NTB, Dr.Ir.H. Iswandi, M.Si menyebutkan, capaian investasi ini menjadi perhatian penting dalam penyusunan RPJMD NTB 2025–2029. “KSB kini menjadi pusat pergerakan modal di NTB. Yang perlu dijaga adalah bagaimana investasi besar ini memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan pembangunan daerah,” ujarnya, Jumat, 21 November 2025.

Hingga kini, sektor pertambangan masih menjadi penyumbang terbesar investasi NTB, lalu perindustrian dan pariwisata. “Melihat investasi ini, KSB diperkirakan tetap menjadi pusat pertumbuhan modal NTB dalam beberapa tahun ke depan,” tambahnya.

Dalam RPJMD 2025-2029, pemerintah provinsi menyiapkan sejumlah langkah untuk memperkuat iklim investasi. Mulai dari penyederhanaan perizinan melalui OSS, percepatan penyediaan infrastruktur dasar, hingga perluasan kawasan industri. (rr)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO