Mataram (suarantb.com) – Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Provinsi NTB bergerak cepat menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto ihwal diversifikasi menu MBG. Tindak lanjut ini adalah langkah antisipatif terhadap potensi meningkatnya harga bapok jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.
Ketua Satgas MBG NTB, Ahsanul Khalik, pada Selasa (25/11/2025) mengingatkan seluruh SPPG di NTB untuk memvariasi menu guna menjaga ketersediaan pangan, stabilitas harga komoditas, dan memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis tetap berlangsung dengan kualitas terbaik.
“Diversifikasi menu yang dimaksud bukan pengurangan nilai gizi, bukan pengurangan porsi, dan bukan penurunan kualitas, tetapi pengaturan variasi bahan pangan yang memiliki kandungan gizi setara, sesuai standar dan rekomendasi ahli gizi,” ujarnya.
Ahsanul menegaskan, diversifikasi bukan berarti ada pengurangan nilai gizi dari standar menu MBG. Ia bahkan, tidak memperbolehkan adanya penurunan standar gizi yang telah disepakati.
“Tidak boleh ada pengurangan harga satuan bahan pangan dari pagu anggaran yang telah ditetapkan, dan tidak boleh ada menu di bawah standar, meskipun terjadi fluktuasi harga pasar,” tekannya.
Sebagai alternatif, ia menyarankan agar SPPG dapat memanfaatkan sumber protein alternatif yang setara dari segi nilai gizi, misalnya ikan, tahu-tempe, kacang-kacangan, atau pangan lokal lainnya yang terjangkau.
“Namun tentu dalam porsi terukur serta tetap memperkuat pasokan melalui UMKM pangan lokal, koperasi, dan BUMDes,” terangnya.
Langkah ini, menurutnya, sekaligus mendukung ketahanan ekonomi daerah dan memperpendek rantai pasok.
“Prinsip kami jelas, menu boleh bervariasi, tetapi kualitas gizi tidak boleh tergeser sedikit pun. Diversifikasi adalah strategi, bukan penghematan. Kesehatan dan hak gizi anak-anak NTB adalah prioritas yang tidak bisa ditawar,” tegasnya.
Ahsanul menyampaikan, Satgas MBG NTB bersama Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perdagangan, dan Dinas Kesehatan terus memonitor perkembangan harga pasar serta memberikan asistensi teknis bagi SPPG terkait penyusunan menu alternatif yang tetap bergizi, aman, dan sesuai pagu anggaran.
“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi semua pihak serta partisipasi media dalam menjaga keberlanjutan program ini. Semakin banyak yang mengawal, semakin baik kualitas MBG bagi masa depan anak-anak kita,” tandasnya. (sib)


