Praya (Suara NTB) – Kemampuan dan minat literasi (baca tulis) masyarakat di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) masih terbilang rendah. Khususnya di kalangan anak-anak dan remaja. Fenomena tersebut jadi tantangan tersendiri bagi pembangunan di daerah ini. Terlebih dengan kemajuan era teknologi sekarang ini, anak-anak dan remaja kini justru lebih senang memainkan gadget dari pada membaca buku.
Hal itu diungkapkan Bunda Literasi Loteng Hj. Baiq Nurul Aini Pathul Bahri, saat pengukuhan Bunda Literasi Desa dan Kecamatan seluruh Loteng, bertempat di Ballroom kantor Bupati Loteng, Kamis, 27 November 2025 . “Meningkatkan literasi menjadi tantangan saat ini. Di tengah kondisi anak-anak sekarang yang sulit mau membaca,” ujarnya.
Menurutnya, meningkatkan minat dan budaya membaca ditengah masyarakat bukanlah pekerjaan mudah. Dibutuhkan kerjasama dan sinergi antar semua pihak untuk bisa terus menumbuhkan semangat membaca. Dimulai dari lingkungan terkecil yakni keluarga. “Mari kita mulai menumbuhkan budaya membaca dimulai dari keluarga,” ajaknya.
Di sinilah kehadiran bunda literasi disemua desa dan kecamatan sangat diharapkan. Untuk bisa menjadi contoh sekaligus motivator bagi keluarga-keluarga di daerah ini dalam menumbuhkan semangat gemar membaca. Karena dengan cara itulah kualitas literasi masyarakat bisa ditingkatkan. Kalau kualitas literasi meningkat, maka kualitas sumber daya manusia (SDM) masyarakat di daerah ini juga akan ikut terangkat.
Dalam hal ini dukungan dari pemerintah desa utamanya, sangat diharapkan. Di mana pemerintah desa bisa memperbanyak fasilitas-fasilitas atau sarana umum yang bisa mendukung minat baca masyarakat. Misalnya dengan menghadirkan perpustakaan desa maupun taman-taman baca. Sehingga masyarakat juga bisa mengakses bahan bacaan yang dibutuhkan.
Ditempat yang sama Bupati Loteng H. Lalu Pathul Bahri, S.I.P., M.A.P., berharap kehadiran bunda literasi di semua desa dan kecamatan bisa memberi andil besar dalam upaya meningkatkan kualitas SDM masyarakat Loteng. Sebagai teladan di tengah masyarakat, bunda literasi hendaknya mampu berperan aktif dalam menggalakkan dan menumbuhkan semangat membaca di tengah masyarakatnya.
“Bunda literasi kita harapkan bisa menjadi garda terdepat dalam upaya menggalakkan gerakan gemar membaca dan menulis. Guna meningkatkan kemampuan literasi masyarakat di daerah ini,” ujar Ketua DPD Partai Gerindra NTB ini. (kir)

