Giri Menang (suarantb.com) – Pemkab Lombok Barat diminta mengintervensi kelompok rentan seperti Disabilitas, Lansia, Pekka (Perampuan Kepala keluarga) dalam upaya penanganan kemiskinan ekstrem. Salah satunya melalui pemberdayaan ekonomi. Seperti diinisasi oleh Kelompok disabilitas di Desa Taman Ayu Kecamatan Gerung Lombok Barat. Namun mereka terkendala tempat untuk membuka usaha.
Mereka pun sangat berharap Pemkab Lobar memfasilitasi lokasi usaha angkringan dan katering untuk pemberdayaan ekonomi kelompok rentan tersebut. Melalui kegiatan usaha ini mereka ingin berusaha mandiri untuk keluar dari status kemiskinan.
“Mereka ini paling rawan, kalau sejahtera dari desa itu memang mau diwujudkan dalam bentuk real, maka posisi pendekatannya ke temen-temen yang rawan menjadi miskin kembali,” kata pada kegiatan Hari Disabilitas Internasional, di Bencingah Agung, Tajudin, Rabu (1/12/2025).
Dikatakan, selain fokus mengurangi kemiskinan. Pemkab juga jangan abai pada munculnya kemiskinan baru. Dan yang paling rentan jatuh miskin adalah kelompok rentan, seperti disabilitas, lansia, Perampuan Kepala Keluarga (Pekka). Sehingga menurutnya, kalau Pemkab mau menangani kemiskinan maka bisa masuk melalui kelompok rentan ini. “Instrumen sudah ada tinggal kemauannya,” ujarnya.
Dalam penanganan kelompok rentan inipun pendekatannya berbeda-beda, misalnya Lansia produktif beda pendekatan penanganannya dengan Lansia non-produktif.
Lebih lanjut kata dia, kelompok penyandang disabilitas di desanya telah memulai dengan pendekatan pemberdayaan ekonomi melalui usaha angkringan dan catering. Usaha ini menjadi entry point, penanganan disabilitas. Sebab dengan usaha itu, mereka bisa jalan sendiri secara mandiri. “Dan kita punya clue, untuk keluar dari sana (kemiskinan) ada pintunya yakni angkringan dan usaha katering,” imbuhnya.
Namun diakui Kades Taman Ayu, kendala dialami penyandang Disabilitas yakni lokasi tempat usaha untuk usaha tersebut belum ada.
Beberapa lokasi telah diidentifikasi merupakan aset daerah yang bisa dipergunakan, namun belum ada tindaklanjut. Hal ini pun disampaikan pada OPD dan Camat Gerung pada kegiatan hari Disabilitas Internasional.
Sementara itu, Camat Gerung Fitriyati Wahyuni mengatakan pihaknya berupaya menindaklanjuti terkait usulan tempat usaha bagi penyandang disabilitas ini. “Kita akan bicara kan lagi nanti, kita upayakan,” imbuhnya.
Hal senada disampaikan Kadis Sosial H. Lalu Winengan. Ia mengatakan bahwa pihak Pemkab memiliki perhatian besar pada kelompok rentan ini. “Bagi yang mau berusaha kita urus untuk bisa berusaha, supaya mereka bisa mandiri hidupnya,” katanya.
Pihaknya pun berharap agar penyandang disabilitas ini tidak usah malu dan harus membuka diri. Sebab sekarang ini yang diperlukan juga membuka diri. Pihaknya pun berusaha mengintervensi kelompok rentan ini dalam program kemiskinan ekstrem. Bantuan pun telah disalurkan pada mereka seperti kursi roda. “Kita juga bantu agar bisa mandiri,” imbuhnya.
Selain itu, bantuan Atensi Kemensos termasuk bagi Lansia telah disalurkan.
Bantuan atensi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia dengan memenuhi kebutuhan dasar mereka. Bantuan yang disalurkan merupakan bagian dari program atensi Kemensos yang berfokus pada layanan sosial dan aksesibilitas bagi kelompok rentan, termasuk Lansia. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan lansia dapat merasakan peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup yang lebih baik. (her)


