spot_img
Selasa, Februari 17, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK BARATHarga Sejumlah Bapok di Lobar Terpantau Melonjak

Harga Sejumlah Bapok di Lobar Terpantau Melonjak

Giri Menang (Suara NTB) – Pemkab Lombok Barat (Lobar) memperketat pengawasan harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional setelah menemukan lonjakan harga yang cukup mencolok pada beberapa komoditas jelang menyambut Natal dan Tahun Baru (Nataru). Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Lobar dipimpin Wabup Hj. Nurul Adha bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait turun ke sejumlah pasar di Lobar.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lobar, Lalu Agha Farabi, mengatakan pemerintah daerah bersama TPID telah melakukan inspeksi mendadak guna memastikan ketersediaan barang dan memantau fluktuasi harga jelang momentum akhir tahun.

Menurut Agha, sidak yang juga dihadiri Wabup Lobar itu menunjukkan adanya kenaikan cukup tajam pada sejumlah komoditas, terutama cabai rawit merah. “Kemarin harganya Rp75 ribu per kilogram, hari ini sudah Rp80 ribu per kilogram. Padahal pada November lalu masih di angka Rp55 ribu. Fluktuasinya sangat tinggi,” ujarnya.

Selain cabai, kenaikan juga terpantau pada bawang merah, bawang putih, serta daging sapi. Situasi ini dipicu terganggunya pasokan akibat cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi yang menghambat produksi dan distribusi dari sentra-sentra pertanian. Untuk meredam lonjakan harga, TPID Lobar akan menggelar operasi pasar di 10 kecamatan mulai pekan depan. Operasi ini bekerja sama dengan BUMD dan BAZNAS sebagai upaya stabilisasi harga dan penguatan stok komoditas prioritas.

“Upaya ini penting agar masyarakat dapat mengakses bahan pokok dengan harga wajar. Langkah ini sekaligus memberi tekanan agar harga tidak semakin liar di pasaran,” kata Agha.

Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa kenaikan harga saat ini bukan akibat permainan distributor, melainkan murni dipicu oleh gangguan pasokan akibat cuaca buruk. “Belum ada indikasi praktik curang. Ini murni masalah cuaca,” tegasnya.

Di tengah kenaikan sejumlah komoditas, harga beras tetap stabil dan berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Kondisi ini disyukuri pemerintah, mengingat beras memiliki kontribusi besar terhadap inflasi daerah. “Alhamdulillah beras masih aman dan stabil. Ini sangat membantu menjaga inflasi jelang Nataru,” ujar Agha.

Ia berharap cuaca segera membaik sehingga pasokan pertanian kembali normal dan harga komoditas yang sempat melonjak dapat turun secara bertahap. “InsyaAllah jika pasokan lancar, harga kembali normal,” tutupnya. (her)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO