Mataram (Suara NTB) – Masyarakat yang merayakan pesta pergantian tahun baru 2026 di Kota Mataram, perlu mengantisipasi beberapa ruas jalan serta destinasi wisata. Lokasi itu berpotensi terjadi kemacetan.
Beberapa ruas jalan yang perlu diantisipasi seperti di Jalan Udayana, Simpang Lima Ampenan, Simpang Tiga Pasar Kebon Roek, Jalan Pejanggik, Panca Usaha, Catur Warga, Sriwijaya depan Epicentrum, bundaran lingkar Selatan dan lain sebagainya.
Sementara, destinasi wisata berpotensi kemacetan saat malam pergantian tahun baru sebut Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, Zulkarwin seperti Taman Sangkareang, Pelabuhan Ampenan, Taman Udayana, Taman Loang Baloq, dan pusat perbelanjaan seperti Epicentrum Mall. “Seperti tahun sebelumnya lokasinya terjadi kemacetan terutama di destinasi wisata dan sejumlah ruas jalan,” terangnya dikonfirmasi pada, Jumat (12/12/2025).
Potensi kemacetan saat malam tahun baru lanjutnya, telah dibahas bersama Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Meskipun di Kota Mataram tidak ada perayaan malam pergantian tahun baru, tetapi potensi kepadatan arus lalu lintas pasti akan terjadi. Pasalnya, masyarakat akan tumpah ruas berkumpul di lokasi tertentu untuk sekedar menikmati suasana kota. “Seperti di Udayana dan Taman Sangkareang pasti akan ramai,” sebutnya.
Mantan Camat Selaparang mengakui, ruas jalan terutama di kawasan perbatasan kota tidak menutup kemungkinan akan mengalami kepadatan. Pengaturan lalu lintas menjadi kewenangan dari aparat kepolisian untuk membuka atau menutup ruas jalan.
Contohnya di perbatasan Ampenan dan Desa Meninting, Kabupaten Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat. Satlantas Polresta Mataram mengatur jam-jam tertentu untuk kendaraan yang mengarah ke Senggigi. “Biasanya ada buka tutup jalan yang mengarah ke Senggigi. Tetapi kita menunggu saja dari Kepolisian,” ujarnya.
Pihaknya akan menurunkan 30 personil untuk membantu mengurai kepadatan kendaraan saat malam tahun baru. Kendati demikian, masyarakat diimbau merayakan pergantian tahun dengan tertib,tidak bergerombol atau konvoi.
“Alangkah baiknya merayakan di rumah berkumpul dengan keluarga. Kondisi cuaca juga tidak dapat diprediksi, sehingga diharapkan tetap berhati-hati,” demikian kata dia. (cem)

